Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami pembalikan arah atau short-term technical rebound pada perdagangan Selasa pagi, seperti dilansir dari Suara. Peluang penguatan jangka pendek ini terbuka setelah indeks acuan domestik tertekan selama lima hari berturut-turut.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup merosot tajam sebesar 1,85 persen. Pelemahan ini beriringan dengan aksi jual bersih investor asing yang menembus angka sekitar Rp460 miliar dengan saham ANTM, BREN, AMMN, ADRO, dan DSSA menjadi yang paling banyak dilepas.
Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan berada pada rentang batas bawah di level 6.460 hingga 6.500. Sementara itu, target pembalikan arah atau batas atas berada di kisaran 6.650 hingga 6.700.
Pergerakan pasar domestik diproyeksikan ikut terpengaruh oleh sentimen bursa global. Dari New York, indeks Nasdaq ditutup melemah pada perdagangan Senin malam akibat rontoknya saham-saham di sektor teknologi.
Koreksi bursa AS dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta gejolak harga minyak mentah yang kembali memanas. Kondisi ini membangkitkan kekhawatiran pelaku pasar bahwa tekanan inflasi dan tingginya biaya pinjaman akan bertahan lebih lama.
Pada penutupan perdagangan, indeks Nasdaq Composite melandai sebesar 0,52 persen dan S&P 500 turun tipis 0,07 persen. Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,33 persen.
Sektor teknologi informasi dengan kapitalisasi besar menjadi penekan utama laju Wall Street karena aksi ambil untung massal pada saham semikonduktor. Selain itu, investor mulai bersikap hati-hati menantikan rilis laporan kinerja keuangan Walmart.
Dari lantai bursa korporasi global, saham Dominion Energy melonjak pasca-munculnya rencana akuisisi senilai US$66,8 miIar berbasis saham oleh NextEra Energy. Sebaliknya, saham Regeneron Pharmaceuticals anjlok pasca-kegagalan uji klinis kombinasi obat kanker kulit.
Eskalasi Geopolitik Menekan Bursa Asia
Sentimen negatif bursa global turut menjalar ke kawasan regional Asia. Mayoritas bursa saham Asia bertumbangan akibat melesatnya harga minyak dunia yang dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kekhawatiran inflasi dunia mencuat setelah insiden serangan drone di kawasan Teluk yang menghantam fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab. Peristiwa tersebut dinilai mengancam stabilitas rantai pasokan energi.
Berdasarkan data penutupan pasar regional, indeks Nikkei 225 melemah 0,97 persen, CSI 300 turun 0,54 persen, Taiex berkurang 0,68 persen, dan ASX 200 anjlok 1,45 persen. Indeks Kospi menjadi satu-satunya yang menguat tipis 0,31 persen.
Pelaku pasar di bursa Asia juga memilih menahan diri menjelang publikasi laporan keuangan kuartalan dari raksasa teknologi chip kecerdasan buatan, Nvidia. Laporan ini dinilai akan menjadi indikator penentu arah reli saham teknologi global pekan ini.
Rekomendasi Saham Pilihan
Memanfaatkan momentum potensi rebound teknikal IHSG, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP®, merekomendasikan beberapa saham pilihan dengan strategi Speculative Buy.
Saham pilihan pertama adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan area beli di rentang 3.780 - 3.800. Target dekat saham ini dipatok pada kisaran 3.830 - 3.870, dengan batasan cut loss di bawah 3.780.
Rekomendasi saham pilihan berikutnya dari BNI Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).