Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami kenaikan terbatas pada perdagangan hari ini setelah sempat terpuruk akibat aksi jual investor asing pada pekan sebelumnya.
Peluang pemulihan teknis atau technical rebound ini terbuka lebar meskipun kondisi sentimen global masih menunjukkan dinamika yang cukup bervariasi bagi para pelaku pasar.
Dilansir dari Suara, IHSG tercatat mengalami pelemahan yang cukup tajam sebesar 2,03% pada penutupan perdagangan pekan lalu.
Kondisi tersebut diperburuk dengan adanya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang mencapai nilai sekitar Rp1,65 triliun di pasar domestik.
Beberapa saham kategori blue chip dari sektor perbankan dan teknologi, seperti BBCA, BBRI, BMRI, serta GOTO, menjadi target utama pelepasan aset oleh pihak asing.
Berdasarkan hasil analisis teknikal, IHSG saat ini memiliki peluang untuk menguji level resisten yang berada pada kisaran angka 7.000 hingga 7.050.
Namun, para investor tetap diminta waspada karena indeks masih memiliki kerentanan untuk melanjutkan koreksi selama belum mampu bertahan secara konsisten di atas level 7.150.
Level support IHSG hari ini diprediksi berada di rentang 6.850 hingga 6.900, sementara level resisten tertahan pada titik 7.000 sampai 7.050.
Berbanding terbalik dengan kondisi bursa domestik, pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street justru menutup pekan dengan performa yang sangat gemilang.
Indeks S&P 500 tercatat menguat 0,29% dan Nasdaq Composite melonjak hingga 0,89%, di mana keduanya berhasil memecahkan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah.
Laporan kinerja perusahaan yang solid serta penurunan harga minyak mentah menjadi faktor utama yang mendorong penguatan signifikan di bursa saham Negeri Paman Sam tersebut.
Saham Apple mengalami kenaikan sebesar 3,3% yang dipicu oleh optimisme terhadap prospek penjualan perangkat iPhone 17 serta MacBook Neo di masa mendatang.
Lonjakan drastis juga dirasakan oleh Atlassian yang naik 29,6% dan Reddit sebesar 13,1% setelah kedua perusahaan merilis perkiraan kinerja keuangan yang sangat optimistis.
Di sisi lain, Dow Jones justru terkoreksi tipis 0,31% akibat beban dari sektor energi seperti Exxon Mobil dan Chevron yang terdampak gangguan situasi di Timur Tengah.
Sentimen Positif dari Kawasan Asia Pasifik
Optimisme dari pasar Amerika Serikat merembet ke wilayah Asia Pasifik, di mana bursa yang tetap beroperasi saat libur Hari Buruh 1 Mei kemarin terpantau bergerak di zona hijau.
Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat menguat 0,38% dan indeks S&P/ASX 200 di Australia berhasil bertambah sebanyak 0,74%.
Pergerakan positif di bursa regional ini diharapkan dapat memberikan sinyal yang baik bagi aliran modal yang masuk ke pasar keuangan dalam negeri.
Rekomendasi Saham dan Strategi Transaksi
Berdasarkan riset terbaru dari BNI Sekuritas, investor dapat mencermati beberapa saham pilihan dengan menerapkan skema speculative buy untuk perdagangan hari ini.
Saham ADRO direkomendasikan dengan area beli pada rentang 2.480-2.510 serta target harga di kisaran 2.540 hingga 2.590.
Selain itu, saham SDMU dan ASPR masuk dalam pantauan untuk kategori small cap yang memiliki volatilitas tinggi, sehingga memerlukan manajemen risiko yang sangat ketat.
Pelaku pasar di Indonesia disarankan untuk tetap bersikap selektif dan memperhatikan volume transaksi saat indeks mencoba melakukan rebound pada level psikologisnya.