IHSG dan Bursa Asia Bergerak Bervariasi pada 25 Mei 2026 Dipimpin Nikkei

IHSG dan Bursa Asia Bergerak Bervariasi pada 25 Mei 2026 Dipimpin Nikkei

Kawasan pasar modal Asia mencatatkan pergerakan yang variatif pada sesi pembukaan perdagangan awal pekan. Mayoritas indeks saham utama di wilayah ini terpantau berada di zona hijau berkat dorongan kuat dari bursa Jepang.

Dilansir dari Medcom, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,12 persen atau bertambah 8 poin ke posisi 6.174 berdasarkan data perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Pergerakan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar global.

Kondisi tidak searah melanda Indeks JII dan LQ45 saat perdagangan dibuka. Indeks JII mengalami pelemahan sebesar 0,64 persen menuju level 384, sedangkan indeks LQ45 melaju positif dengan kenaikan 0,78 persen.

Sejumlah saham domestik langsung mencatatkan pertumbuhan nilai pada bel pembukaan. Emiten seperti SCMA, MDKA, BBRI, MBMA, ISAT, dan BBTN menjadi deretan saham yang bergerak naik.

Di lingkup regional, indeks Nikkei 225 di Jepang memimpin penguatan secara signifikan dengan lonjakan 2,75 persen atau naik 1.740,93 poin ke level 65.080,00. Tren positif ini diikuti oleh bursa Filipina melalui indeks PSEi Composite yang menguat 1,06 persen ke posisi 6.024,47.

Laju menghijau juga melanda Hong Kong dengan indeks Hang Seng yang tumbuh 0,86 persen ke level 25.606,03. Indeks Straits Times Singapura menguat 0,78 persen, dan Shanghai Composite Tiongkok ikut naik 0,59 persen ke area 4.137,31.

Indeks KOSPI Korea Selatan menguat 0,41 persen, sementara SET Thailand naik 0,39 persen. Bursa Vietnam melalui indeks VNI mencatatkan kenaikan 0,25 persen ke posisi 1.881,83, namun indeks KLCI Malaysia terkoreksi 0,39 persen ke level 1.706,05.

Para pelaku pasar saat ini sedang mencermati rilis data ekonomi terbaru serta perkembangan sentimen global. Faktor-faktor tersebut diproyeksikan akan mengarahkan pergerakan saham domestik selama sepekan ke depan.

Penguatan di sebagian besar bursa Asia ini mengekor hasil positif pasar saham Amerika Serikat pada penutupan pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58 persen ke level 50.580 dan mencetak rekor tertinggi baru.

Indeks Nasdaq ikut naik 0,19 persen ke posisi 26.344, disusul S&P 500 yang bertambah 0,37 persen ke level 7.473. Sentimen positif ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran terhadap harga minyak dan prospek konflik di Timur Tengah.

Kondisi serupa terjadi di Eropa, di mana indeks DAX Jerman melesat 1,15 persen. Selanjutnya, indeks FTSE Inggris menguat 0,22 persen dan indeks CAC Prancis mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen.

Pergerakan Harga Komoditas Global

Ketidakpastian geopolitik global membuat harga minyak mentah dunia masih bertahan di level tinggi. Minyak WTI kini berada di posisi USD96,60 per barel, sedangkan jenis Brent bertengger di harga USD103,54 per barel.

Pada sektor logam mulia, harga emas Comex mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,31 persen ke level USD4.556,40. Kebalikannya, harga emas spot dunia justru mengalami penurunan 0,74 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi