Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu, 6 Mei 2026 dengan pergerakan positif. Laju indeks domestik dilaporkan kembali menguat melanjutkan tren hijau dari sesi sebelumnya.
Dikutip dari Money melalui data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat berada pada posisi 7.086,34 saat pembukaan. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 0,41 persen dibandingkan penutupan kemarin yang berada di level 7.057,11.
Pada menit-menit awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi di posisi 7.117,19. Sementara itu, level terendah yang sempat dicapai indeks berada pada angka 7.054,50.
Aktivitas pasar terpantau cukup dinamis dengan volume perdagangan menembus 3,744 miliar saham. Nilai transaksi secara keseluruhan mencapai kisaran Rp 2,146 triliun yang terbagi dalam 266.500 kali frekuensi transaksi.
Sebanyak 295 saham terpantau mengalami kenaikan harga, sedangkan 249 saham bergerak di zona merah. Di sisi lain, terdapat 415 saham yang tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Penguatan ini juga diikuti oleh sejumlah indeks sektoral dan indeks utama lainnya yang mayoritas berada di zona hijau. Indeks LQ45 naik 0,13 persen ke 682,46, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,53 persen ke posisi 468,60.
Indeks KOMPAS100 tercatat mengalami kenaikan tipis 0,10 persen di level 954,87. Kondisi serupa terjadi pada indeks ISSI yang menguat 0,30 persen menuju posisi 253,49.
Tren positif juga terlihat pada indeks IDX30 yang tumbuh 0,21 persen ke level 380,20. Sementara itu, indeks JII70 berhasil bertambah 0,42 persen sehingga berada di posisi 181,71.
Kenaikan tipis ini dinilai sebagai bentuk kehati-hatian investor dalam menanti sentimen pasar yang baru. Pelaku pasar masih memantau perkembangan terkini, baik dari lingkup domestik maupun kondisi global.
Sejumlah analis memprediksi bahwa IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan pada hari ini. Pada sesi perdagangan sebelumnya, indeks telah ditutup melonjak signifikan sebesar 1,22 persen ke level 7.057,106.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangan bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk bergerak naik. Namun, kewaspadaan pasar meningkat menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar Selasa malam waktu setempat.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah juga menjadi perhatian serius karena eskalasi konflik berpotensi memengaruhi harga energi dunia. Ketegangan tersebut dikhawatirkan memicu volatilitas pasar dan memengaruhi arus modal asing.
Berdasarkan analisis teknikal, Herditya menetapkan titik batas bawah dan batas atas untuk pergerakan indeks hari ini. Level support diproyeksikan berada di angka 6.975 dengan resistance di area 7.110.
"Terdapat peluang IHSG menguat dengan support 6.975 dan resist 7.110, di mana nanti malam akan ada data pekerjaan AS dan juga investor masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah yang kembali memanas," ujar Herditya.