IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen ke Level 6.370 pada 19 Mei 2026

IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen ke Level 6.370 pada 19 Mei 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada akhir perdagangan Selasa (19/5). Pergerakan indeks saham berbalik arah secara signifikan setelah sempat mencatatkan penguatan tipis pada pembukaan pagi hari.

Seperti dilansir dari Detik Finance, data perdagangan dari RTI Business menunjukkan bahwa IHSG melemah sebesar 3,46% ke level 6.370,67 pada penutupan. Padahal, di awal sesi perdagangan, indeks sempat merangkak naik hingga menyentuh level 6.635,12.

Volume perdagangan yang tercatat hingga akhir sesi mencapai 45,97 miliar dengan nilai transaksi menyentuh Rp 25,59 triliun. Aktivitas perdagangan ini melibatkan frekuensi transaksi sebanyak 2.804.524 kali.

Kondisi pasar didominasi oleh tren negatif dengan 612 saham mengalami penurunan. Sementara itu, hanya 112 saham yang mencatatkan penguatan, dan 94 saham lainnya bergerak stagnan. Akumulasi pergerakan sepanjang tahun 2026 menunjukkan IHSG telah merosot hingga 26,32%.

Pelemahan IHSG turut dipicu oleh koreksi dalam pada sejumlah saham milik konglomerat yang menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB). Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), merosot 14,75% menjadi Rp 3.120 per saham.

Penurunan juga melanda PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melemah 13,33% ke harga Rp 650 per saham. Di sisi lain, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) terpangkas 10,93% sehingga berada di level Rp 4.320 per saham.

Tren koreksi berlanjut pada saham Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yang anjlok 14,77% ke posisi Rp 750 per saham. Emiten sawit milik Theodore Permadi Rachmat, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), juga jatuh 14,97% ke harga Rp 1.590 per saham.

Artikel terkait

Rekomendasi