IHSG Melemah 0,82 Persen Imbas Kebijakan Baru Ekspor Komoditas

IHSG Melemah 0,82 Persen Imbas Kebijakan Baru Ekspor Komoditas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot sebesar 0,82 persen ke level 6.318,50 pada perdagangan Rabu (20/5/2026) setelah sempat menguat di sesi pagi. Penurunan tajam terjadi pascapidato Presiden Prabowo Subianto mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam.

Dilansir dari Detik Finance, indeks saham sempat terjun bebas hingga lebih dari 2 persen pada pukul 11.19 WIB. Pergerakan IHSG tercatat sempat menguat di atas 1 persen ke level 6.459,55 sebelum akhirnya berbalik melemah dengan kehilangan 52,179 poin pada akhir perdagangan.

Data perdagangan RTI Business mencatat volume perdagangan mencapai 41,12 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp 35 triliun. Aktivitas pasar ini melibatkan frekuensi perdagangan sebanyak 2.466,564 kali, di mana pergerakan emiten didominasi oleh 483 saham yang melemah, 207 saham menguat, dan 126 saham stagnan.

Sektor mineral menjadi salah satu pendorong pelemahan indeks dengan koreksi signifikan pada sejumlah saham utama. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) merosot 9,23 persen ke Rp 590, diikuti PT Petrosea Tbk (PTRO) yang turun 7,41 persen ke Rp 4.000, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melemah 6,99 persen ke Rp 173 per saham.

Pelemahan juga melanda PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) sebesar 6,60 persen ke Rp 1.485, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 6,31 persen ke Rp 2.970, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang masing-masing terpangkas lebih dari 4 persen.

Sentimen negatif pasar ini menyusul langkah Presiden Prabowo Subianto yang menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA dalam Sidang Paripurna DPR RI. Kebijakan ini mewajibkan ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga ferro alloy dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk.

Artikel terkait

Rekomendasi