Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan koreksi sebesar 0,68 persen ke posisi 6.858 pada penutupan perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi tekanan nilai tukar rupiah yang menyentuh rekor terendah serta aksi antisipasi investor terhadap rebalancing indeks MSCI.
Berdasarkan data perdagangan yang dilansir dari Suara, indeks domestik terus mengalami tekanan sejak pembukaan hingga akhir sesi. Pelemahan ini juga beriringan dengan kenaikan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun yang melonjak 10 basis poin ke level 6,72 persen.
Kenaikan yield obligasi negara tersebut dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang menimbulkan kekhawatiran terhadap defisit APBN. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah melemah tajam hingga mencapai Rp17.525 per dolar Amerika Serikat.
Analis dari Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa sentimen negatif global dan domestik menjadi beban utama bagi pergerakan indeks. Hal ini mencakup kondisi pasar obligasi di Amerika Serikat dan Inggris yang juga mengalami kenaikan yield.
"Pelemahan Rupiah pada level terendah baru serta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Secara sektoral, kelompok saham kesehatan menjadi penekan terdalam setelah merosot 3,51 persen. Sebaliknya, sektor material dasar justru menunjukkan anomali dengan mencatatkan penguatan sebesar 1,85 persen di tengah pelemahan pasar secara umum.
Mengenai proyeksi pergerakan pasar ke depan, analisis teknikal menunjukkan adanya potensi pengujian area support baru. Investor disarankan mencermati batas bawah indeks untuk mengantisipasi potensi pembalikan arah.
"Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 6.700-6.750, namun jika IHSG bertahan di atas level tersebut diperkirakan berpotensi terjadi technical rebound, menguji level 6.900," tulis Phintraco.
Volume perdagangan hari ini mencapai 31,08 juta saham dengan nilai transaksi total menyentuh Rp16,27 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,51 juta kali dengan dominasi 486 saham yang mengalami penurunan harga.
| Kategori | Emiten Saham |
|---|---|
| Top Gainers | NZIA, CCSI, ELPI, KJEN, GRIA, YOII, BRPT |
| Top Losers | MORA, ASPR, IRRA, LABS, PYFA, MSJA, KAEF, PEHA |
| Statistik Pasar | 217 Naik, 486 Turun, 256 Stagnan |