IHSG Melemah ke Level 6.905 Jelang Pengumuman Evaluasi MSCI

IHSG Melemah ke Level 6.905 Jelang Pengumuman Evaluasi MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 0,92 persen ke level 6.905,62 pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026), sebagaimana dilansir dari Market. Penurunan ini terjadi satu hari sebelum pengumuman hasil evaluasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang tahun berjalan, IHSG telah mencatatkan penurunan signifikan mencapai 20,14 persen. Fokus pasar saat ini tertuju pada keputusan MSCI mengenai penghapusan konstituen saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC).

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir memberikan pandangannya terkait prospek evaluasi tersebut di tengah upaya perbaikan pasar oleh regulator. Menurutnya, perkembangan yang dilakukan oleh otoritas bursa menunjukkan tren yang positif.

"Ya kita tunggu saja besok. Kita lihat seharusnya kan semua sudah dimasukin juga. Saya sudah lihat perkembangannya Bursa bagus kok dari sisi penerapan yang sedang dilakukan" ujar Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia.

Pandu menambahkan bahwa dinamika pasar pada hari ini sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah dibandingkan sentimen terhadap pengumuman MSCI. Hal ini merespons kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi makro terkini.

"Saya rasa bukan menyangkut soal MSCI kok, hari ini lebih banyak soal rupiah" ujar Pandu Sjahrir.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi berbagai skenario yang mungkin muncul dari pengumuman tersebut. Ia merujuk pada peristiwa pembekuan rebalancing MSCI pada Januari lalu yang sempat menekan pasar modal Indonesia.

"Jadi kita harus mengantisipasi. Tadi saya sampaikan, mungkin bisa menjadi short-term pain, tapi Insyaallah menjadi long-term gain" ujar Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Friderica yang akrab disapa Kiki menilai kondisi pasar saat ini sudah jauh lebih kuat berkat reformasi transparansi yang dijalankan bersama BEI dan KSEI. Ia meminta para investor untuk tetap tenang dan tidak bereaksi secara berlebihan terhadap perubahan yang ada.

"Delapan aksi reformasi itu terus kita lakukan. Misalnya penegakan hukum, penguatan pengawasan. Dari BEI bagaimana mendorong banyak perusahaan masuk bursa, yang tentu saja akan kita lihat dulu kualitasnya, tidak hanya kuantitas saja" ujar Friderica Widyasari Dewi.

OJK kini terus berupaya meningkatkan partisipasi investor institusi domestik guna memperdalam pasar modal nasional. Upaya ini dilakukan agar ketahanan pasar terhadap gejolak global tetap terjaga, mengingat jumlah investor dalam negeri kini telah menyentuh angka 26 juta orang.

Artikel terkait

Rekomendasi