Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan sebesar 1,98 persen ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan Rabu (13/5) akibat tekanan jual di pasar modal. Dilansir dari Investasi, pelemahan ini berjalan beriringan dengan aksi jual bersih oleh investor asing yang menembus angka Rp1,53 triliun.
Kombinasi faktor eksternal dan internal diidentifikasi sebagai pemicu utama yang membayangi pergerakan pasar saham domestik tersebut. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh sentimen global serta penyesuaian arus modal keluar.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memaparkan beberapa faktor luar negeri dan dalam negeri yang memicu tekanan jual dari para pelaku pasar.
"Sentimen yang membayangi antara lain konflik geopolitik Timur Tengah, potensi foreign outflow pasca rebalancing MSCI, serta pergerakan rupiah terhadap dolar AS," ujarnya Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas.
Evaluasi kuartalan terhadap indeks MSCI turut mendorong pelemahan IHSG karena mendepak beberapa saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index serta Global Small Cap Index. Situasi ini langsung memicu pergeseran portofolio investor asing dan memacu volatilitas pasar.
Meskipun terjadi pelepasan aset oleh pihak asing, situasi pasar saat ini dinilai masih berada dalam batasan yang wajar dan dapat diantisipasi.
"Perkiraan foreign outflow tidak sebesar proyeksi awal karena sebagian pasar sudah lebih dulu mengantisipasi langkah MSCI," kata Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas.
Bertahannya posisi Indonesia di dalam kelompok pasar berkembang menjadi faktor penahan yang memberikan sentimen positif. Penilaian terhadap status ini dianggap mampu menahan kejatuhan indeks saham domestik agar tidak merosot lebih dalam lagi.
Melalui analisis teknikal, indikator MACD memperlihatkan pelebaran pada histogram negatif sementara pergerakan stochastic RSI sedang mengarah ke area jenuh jual. Pola pergerakan pasar ini mengindikasikan bahwa tekanan turun dalam jangka pendek masih tergolong kuat.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menguji titik landasan pada rentang 6.700 sampai 6.650. Di sisi lain, MNC Sekuritas memprediksi pergerakan indeks berada pada batas support 6.682 dan batas resistance 6.789 dengan risiko kelanjutan tren melemah jika sentimen positif baru belum muncul.