Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkoreksi 7,26 poin atau sebesar 0,10 persen ke posisi 6.962,13 pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026 pukul 09.00 WIB. Pelemahan ini terjadi di tengah sikap waspada investor yang mencermati agenda rebalancing indeks MSCI dan rencana penyesuaian royalti sektor pertambangan.
Data perdagangan menunjukkan indeks bergerak di zona merah pada rentang harian 6.959 hingga 6.966. Aktivitas pasar di sesi awal terpantau masih terbatas dengan nilai transaksi reguler mencapai Rp260,79 miliar dari volume perdagangan sebesar 6,27 juta lot.
Sektor keuangan menjadi pemberat utama dengan penurunan 0,39 persen, diikuti sektor non-cyclical yang melemah 0,31 persen. Di sisi lain, sektor kesehatan dan infrastruktur justru memberikan sokongan bagi pasar dengan penguatan masing-masing sebesar 0,97 persen dan 0,91 persen.
Beberapa emiten mencatatkan kenaikan harga signifikan di tengah tren pelemahan indeks, dipimpin oleh PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang melonjak 26,47 persen ke level 172. Penguatan juga diikuti PT Medela Potentia Tbk (MDLA) sebesar 11,30 persen dan PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) sebesar 11,18 persen.
Sebaliknya, saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) memimpin jajaran top losers dengan penurunan 14,91 persen ke posisi 388. Tekanan jual juga menimpa PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) yang terkoreksi 13,75 persen serta PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) sebesar 10,81 persen.
MNC Sekuritas melalui laporan MNCS Daily Scope Wave edisi 11 Mei 2026 memproyeksikan bahwa indeks masih berada dalam fase koreksi akibat tekanan jual yang meningkat. Lembaga riset tersebut menetapkan level support berada di angka 6.921 dan 6.838, sementara titik resistance berada di 7.207 dan 7.323.