Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami tekanan hingga penguatan terbatas pada perdagangan Senin (11/5/2026) di Jakarta akibat rencana kenaikan tarif royalti pertambangan. Pelemahan ini dipicu oleh sentimen domestik terkait regulasi baru serta ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, dilansir dari Suara.
Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, memproyeksikan indeks akan bergerak pada rentang support 6.892 dan resistance 7.095. Secara teknikal, indikator menunjukkan pelemahan tren yang dibarengi dengan berlanjutnya aksi jual investor asing di pasar reguler pada pekan sebelumnya.
"Selain itu, tercatat tekanan jual asing masih berlanjut di reguler market sebesar Rp2,44 triliun di perdagangan pekan lalu," katanya Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Audi menjelaskan bahwa pelaku pasar tengah mengantisipasi dampak revisi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2025 yang mengusulkan kenaikan tarif royalti emas dari 7 persen menjadi 14 persen. Usulan ini juga menyasar komoditas tembaga dengan rencana kenaikan tarif efektif menjadi 12 persen dari sebelumnya 10 persen.
"Kondisi ini dinilai akan menekan margin emiten terkait dan direspons negatif oleh pasar," beber Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Selain faktor ekonomi, ancaman penyebaran varian Hantavirus di dalam negeri turut mendorong investor melakukan reposisi portofolio. Kondisi geopolitik global yang belum mencapai kesepakatan damai dalam negosiasi AS-Iran juga menambah ketidakpastian pasar pada awal pekan ini.
Di sisi lain, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memiliki pandangan berbeda dengan memperkirakan adanya potensi pemulihan teknis atau technical rebound bagi indeks pada hari yang sama.
"Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support pada 6.946 dan resistance di 7.049," ujar Herditya Wicaksana, Head of Research MNC Sekuritas.
Sejumlah saham menjadi rekomendasi para analis untuk dipantau investor pada perdagangan Senin esok. Saham yang direkomendasikan mencakup sektor kesehatan, ritel, hingga energi seperti KLBF, MAPI, MAPA, AADI, dan BULL.