Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan signifikan pada perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data RTI, IHSG terpuruk di zona merah dan mendarat pada level 5.342 pada penutupan pasar, Senin (8/6/2026).
Seperti dilansir dari Detik Finance, indeks saham acuan domestik tersebut mengalami penurunan sebesar 252 poin atau setara minus 4,52 persen. Tekanan sudah terlihat sejak pembukaan pasar yang menempatkan IHSG langsung bertengger di level 5.486.
Sepanjang sesi perdagangan harian, pergerakan indeks bergerak fluktuatif dengan batas atas di level 5.523. Sementara itu, titik terendah indeks sempat menyentuh level 5.317 sebelum akhirnya ditutup di level 5.300-an.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan nilai transaksi yang mencapai Rp 21,22 triliun. Volume perdagangan tersebut melibatkan sebanyak 32,15 miliar lembar saham yang ditransaksikan lewat frekuensi mencapai 2.205.993 kali.
Kondisi pasar hari ini didominasi oleh koreksi massal dengan rincian 661 saham melemah, 78 saham menguat, dan 78 saham lainnya bergerak stagnan. Penurunan ini memperparah kinerja indeks dalam beberapa periode terakhir.
Akumulasi performa IHSG secara mingguan mencatatkan nilai minus 12,82 persen. Lebih lanjut, dalam kurun waktu bulanan, pergerakan indeks juga mengalami pelemahan sebesar 23,38 persen.
Meskipun demikian, data historis secara 6 bulanan menunjukkan indeks masih mencatatkan penguatan sebesar 36,15 persen. Namun, jika dihitung secara year to date, kinerja IHSG secara keseluruhan terpangkas hingga 38,22 persen.