IHSG Melemah ke Level 6.874 pada Perdagangan 11 Mei 2026

IHSG Melemah ke Level 6.874 pada Perdagangan 11 Mei 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan pergerakan di zona merah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks tercatat merosot sebesar 95,31 poin atau setara 1,37 persen ke posisi 6.874,09 pada Senin, 11 Mei 2026.

Dilansir dari Money, indeks sempat dibuka pada level 6.959,94 dan mencapai titik tertinggi di angka 6.968,93. Namun, tekanan jual membawa indeks menyentuh level terendah harian pada posisi 6.846,63.

Aktivitas pasar modal terpantau cukup dinamis dengan volume transaksi menembus 8,191 miliar saham. Nilai transaksi secara keseluruhan mencapai Rp 4,205 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 604.000 kali.

Kondisi pasar saat ini didominasi oleh tren negatif, di mana 481 saham mengalami pelemahan harga. Sementara itu, hanya 168 saham yang berhasil menguat dan 310 saham lainnya bergerak stagnan.

Penurunan ini juga diikuti oleh sejumlah indeks sektoral dan indeks utama lainnya. Indeks LQ45 terkoreksi 1,74 persen ke level 665,42, sementara Jakarta Islamic Index (JII) merosot 2,01 persen ke posisi 442,18.

Indeks KOMPAS100 mencatatkan penurunan signifikan sebesar 2,30 persen ke level 911,81. Pelemahaan juga menimpa indeks ISSI yang turun 0,93 persen serta IDX30 yang merosot 1,55 persen.

Adapun rincian pergerakan sejumlah indeks utama pada pembukaan perdagangan dapat dilihat pada tabel berikut:

Daftar Pergerakan Indeks Saham Utama 11 Mei 2026
Nama IndeksLevelPerubahan (%)
LQ45665,42-1,74%
JII442,18-2,01%
KOMPAS100911,81-2,30%
IDX30374,65-1,55%
JII70172,21-1,91%

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG berpotensi mengalami penguatan terbatas setelah tertekan tajam pada akhir pekan lalu. Ia menetapkan level support di angka 6.946 dan resistance di 7.049.

"Untuk Senin, kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 6.946 dan resist 7.049, dimana kami perkirakan adanya technical rebound setelah terjadi tekanan pada hari Jumat kemarin," ujar Herditya.

Senada dengan itu, Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengingatkan bahwa IHSG saat ini berada dalam fase rawan koreksi lanjutan. Kondisi ini terjadi setelah indeks kesulitan mempertahankan area psikologis di level 7.000.

Hendra menilai pergerakan jangka pendek indeks akan menguji titik support penting di area 6.917. Jika batas tersebut terlampaui, IHSG berisiko terus meluncur menuju level support selanjutnya di angka 6.876.

"Meski demikian, volatilitas pasar diperkirakan masih akan tinggi karena investor global menunggu data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan The Fed, serta perkembangan konflik di Selat Hormuz," ujar Hendra.

Strategi investasi saat ini mulai bergeser ke arah rotasi saham-saham defensif. Investor cenderung memilih aset yang memiliki katalis domestik kuat untuk menghadapi fluktuasi pasar global yang masih tidak menentu.

Artikel terkait

Rekomendasi