Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merosot ke posisi 7.161,91 pada perdagangan Jumat (8/5/2026) seiring dengan terkoreksinya sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar (big caps). Dilansir dari Market, penurunan indeks komposit ini mencapai 0,17 persen atau setara 12,40 poin pada pukul 09.02 WIB.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pergerakan indeks berada di rentang terendah 7.148,97 hingga posisi tertinggi 7.186,83 di awal perdagangan. Kondisi pasar mencatat sebanyak 190 saham menguat, 270 saham melemah, dan 207 saham bergerak stagnan dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp12.804,82 triliun.
Beberapa emiten besar menjadi penahan laju indeks, di antaranya PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang merosot 3,23 persen ke Rp4.500 per saham. Penurunan juga diikuti oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) sebesar 1,90 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) 1,62 persen, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang melemah 1,26 persen.
Di sisi lain, saham PT Formosa Ingredient Factory Tbk. (BOBA) memimpin jajaran top gainers dengan lonjakan 21,43 persen ke level Rp340. Sebaliknya, posisi top losers ditempati oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk. (BJBR) yang terkontraksi 10,08 persen ke angka Rp805 per lembar saham.
| Kode Emiten | Nama Perusahaan | Perubahan (%) | Harga (Rp) |
|---|---|---|---|
| TPIA | PT Chandra Asri Tbk. | +2,18 | 5.850 |
| AMMN | PT Amman Mineral Internasional Tbk. | +1,29 | 4.700 |
| ASII | PT Astra International Tbk. | +0,85 | 5.900 |
| BOBA | PT Formosa Ingredient Factory Tbk. | +21,43 | 340 |
| RONY | PT Aracord Nusantara Group Tbk. | +16,88 | 1.800 |
| BREN | PT Barito Renewables Energy Tbk. | -3,23 | 4.500 |
| BJBR | PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk. | -10,08 | 805 |
| RICY | PT Techno9 Indonesia Tbk. | -8,97 | 132 |
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan IHSG masih rawan mengalami koreksi lanjutan setelah ditutup menguat pada hari sebelumnya. Meski kemarin indeks naik 1,15 persen, pergerakan tersebut dibarengi aksi jual bersih investor asing senilai Rp360 miliar.
"IHSG berpotensi koreksi hari ini," pungkas Fanny dalam publikasi riset hariannya pada Jumat (8/5/2026).
Pelemahan pasar domestik juga dipengaruhi sentimen global dari Wall Street yang ditutup memerah akibat kekhawatiran terhadap harga minyak dan ketidakpastian negosiasi Amerika Serikat dengan Iran. BNI Sekuritas memperkirakan level support indeks berada pada rentang 7.000 hingga 7.100, sementara resistansi pada kisaran 7.200 sampai 7.280.