Tekanan melanda pasar saham domestik pada awal perdagangan Rabu (20/5/2026) yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah. Dikutip dari Money, indeks saham melemah 14,01 poin atau setara 0,22 persen ke level 6.356,67 dari penutupan sebelumnya.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi preopening menunjukkan pelemahan indeks sebesar 18,476 poin atau 0,29 persen menuju level 6.352,202. Pergerakan IHSG berada pada rentang level 6.282,16 hingga 6.359,60 dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp 11.048 triliun.
Transaksi perdagangan terpantau cukup padat dengan volume mencapai 4,584 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 2,516 triliun. Aktivitas di awal sesi tersebut mencatatkan frekuensi perdagangan sebanyak 344.100 kali transaksi.
Mayoritas saham mencatatkan penurunan pada awal sesi ini dengan rincian 384 saham melemah, 217 saham menguat, dan 358 saham lainnya tidak bergerak. Koreksi IHSG juga menyeret sebagian besar indeks saham sektoral utama ke zona merah.
Penurunan terjadi pada Jakarta Islamic Index (JII) sebesar 2,09 poin atau 0,51 persen ke posisi 408,06. Indeks KOMPAS100 juga terkoreksi sebesar 0,18 persen atau 1,51 poin ke level 841,77, sedangkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,10 poin atau 0,48 persen menjadi 226,95. Indeks JII70 ikut menyusut 1,09 poin atau 0,68 persen ke level 158,25.
Namun, beberapa indeks acuan terpantau mampu menguat di tengah tekanan pasar. Indeks LQ45 naik 1,94 poin atau 0,31 persen ke level 636,76, sementara indeks IDX30 menguat 1,90 poin atau 0,53 persen menuju posisi 363,39.
Koreksi ini melanjutkan tren negatif setelah pada perdagangan Selasa (19/5/2026) indeks ditutup anjlok hingga 3,46 persen di level 6.370,679. Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa pergerakan indeks hari ini masih rawan melanjutkan penurunan.
Pelaku pasar saat ini tengah mencermati beberapa sentimen jangka pendek, termasuk proyeksi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi 5 persen. Sentimen lainnya mencakup rebalancing indeks MSCI dan FTSE Russell serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Herditya memproyeksikan area support IHSG untuk perdagangan hari ini berada di level 6.300, sementara area resistensi diperkirakan berada pada posisi 6.424.
"Kami mencermati IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 6.300 dan resist 6.424. Untuk sentimen akan ada rilis BI rate dengan konsensus naik ke 5 persen dan juga masih dalam sentimen MSCI-FTSE serta nilai tukar rupiah," ujar Herditya.Kondisi pasar modal domestik sejalan dengan mayoritas bursa saham di Asia yang juga bergerak melemah pada Rabu (20/5/2026). Investor regional terpantau bersikap hati-hati dalam mencermati arah kebijakan moneter serta dinamika sentimen global.
Indeks SSE Composite di China mencatatkan penurunan 21,42 poin atau 0,51 persen ke level 4.148,12. Pelemahan signifikan melanda indeks Nikkei 225 Jepang yang merosot hingga 784,07 poin atau 1,29 persen menuju level 59.766,52.
Selanjutnya, indeks Hang Seng Hong Kong terpangkas 149,76 poin atau 0,58 persen ke posisi 25.648,09. Indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 73 poin atau 0,85 persen menjadi 8.531,70, dan The Asia Dow melemah 1,04 persen atau 66,05 poin ke level 6.311,60. Sementara itu, indeks KOSPI di Korea Selatan turun tipis 2,01 poin atau 0,03 persen ke posisi 7.269,65.