IHSG Melemah ke Level 5.321 pada Awal Perdagangan 8 Mei 2026

IHSG Melemah ke Level 5.321 pada Awal Perdagangan 8 Mei 2026

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak fluktuatif dua arah pada pembukaan perdagangan Selasa, 8 Mei 2026. Seperti diberitakan oleh Suara, indeks sempat dibuka menguat ke posisi 5.344.

Namun, data Bursa Efek Indonesia menunjukkan pergerakan indeks langsung berbalik merosot sebesar 0,39 persen. Penurunan tersebut membawa IHSG ke level 5.321 hingga pukul 09.05 WIB.

Volume perdagangan mencatat sebanyak 4,30 miliar saham ditransaksikan. Aktivitas pasar ini menghasilkan nilai transaksi Rp 2,07 triliun dengan frekuensi sebanyak 156.900 kali.Dalam dinamika pasar tersebut, sebanyak 205 saham mencatatkan kenaikan. Sementara itu, 317 saham mengalami penurunan harga dan 437 saham lainnya tidak bergerak.

Deretan saham yang menempati posisi Top Gainers antara lain BABY, BOAT, SEMA, BCIC, dan MGNA. Sebaliknya, saham SUPA, MPMX, DPUM, ALKA, dan NZIA terperosok ke jajaran Top Losers.

Laju IHSG diproyeksikan masih berada di bawah tekanan setelah anjlok 4,52 persen ke level 5.342 pada sesi sebelumnya. Tekanan jual diperparah aksi lepas bersih investor asing senilai Rp588 miliar di pasar reguler.

BRI Danareksa Sekuritas mengidentifikasi sentimen eksternal sebagai beban utama pasar modal domestik. Koreksi tajam saham teknologi dunia yang memukul indeks Nasdaq dan KOSPI memicu sentimen negatif global.

Kondisi ekonomi dalam negeri turut dicermati pasar seiring merosotnya cadangan devisa Indonesia selama lima bulan beruntun. Posisi cadangan devisa yang turun ke angka 144,9 miliar dolar AS memicu kecemasan atas stabilitas nilai tukar.

"IHSG berpotensi melanjutkan tekanan pelemahan dalam jangka pendek dengan area support di level 5.200 dan resistance di level 5.600," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.

Risiko Rupiah dan Ketegangan Geopolitik

Nilai tukar rupiah yang masih bertahan di atas Rp18.150 per dolar AS menjadi ancaman serius bagi pasar saham. Risiko ini berpeluang meningkat jika arus keluar modal asing terus berlanjut.

Sentimen penghindaran risiko atau risk-off investor juga dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah antara Iran dan Israel. Pelaku pasar cenderung menjauhi aset berisiko dalam situasi tersebut.

Di bursa Amerika Serikat, pergerakan indeks saham ditutup bervariasi pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones melemah 0,16 persen ke level 50.786,01.

Sebaliknya, indeks S&P 500 menguat 0,30 persen menuju level 7.405,73. Langkah penguatan juga diikuti Nasdaq Composite yang naik 0,86 persen menjadi 25.929,66.

Brights Institute memberikan rekomendasi saham untuk pilihan perdagangan hari ini. Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menjadi saham yang dijagokan.

Artikel terkait

Rekomendasi