Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan sebesar 1,98 persen atau terpangkas 135,57 poin ke level 6.723,32 pada perdagangan Rabu (13/5) akibat gelombang tekanan jual investor asing dan sentimen rebalancing MSCI yang mengeluarkan banyak saham dari Indonesia.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari CNBC Indonesia dan Kontan menunjukkan total volume perdagangan mencapai 38,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp19,33 triliun. Investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp1,35 triliun di pasar reguler dan mencapai Rp1,53 triliun di seluruh pasar, sementara pergerakan nilai tukar rupiah menguat 35 poin ke posisi Rp17.465 per dolar AS.
Pelemahan indeks terseret oleh koreksi sembilan dari sebelas sektor dengan penurunan terdalam pada sektor industri dasar sebesar 4,43 persen, yang diikuti oleh sektor infrastruktur serta energi. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok 14,85 persen, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merosot 11,36 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 3,11 persen menjadi penekan utama, meskipun saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 4,52 persen dan PT transportasi melonjak hingga 4,89 persen.
Sentimen negatif juga diperparah oleh rontoknya bursa saham Amerika Serikat dengan penurunan Dow Jones sebesar 1,07 persen ke level 49.526, S&P 500 terkoreksi 1,24 persen menjadi 7.408, dan Nasdaq terpangkas 1,54 persen ke posisi 26.225. Ditambah lagi, pengumuman kuartalan dari FTSE Russell periode Juni 2026 berencana menghapus saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC) secara efektif per 22 Juni 2026, yang menempatkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan tingkat HSC 97,31 persen dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 95,76 persen dalam risiko tekanan portofolio besar.
Di tengah kepanikan pasar, performa positif justru ditunjukkan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang berhasil menyusutkan rugi periode berjalan sebesar 54,81 persen menjadi US$41,62 juta pada kuartal I-2026 didorong oleh kenaikan frekuensi penerbangan sebesar 5,87 persen. Sejalan dengan perbaikan kinerja fundamental, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga mengumumkan rencana aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 untuk memecah nominal saham beredar menjadi 21,14 miliar lembar saham yang ditargetkan mulai diperdagangkan pada 16 Juli 2026.
Meskipun kondisi pergerakan IHSG diperkirakan oleh Ciptadana Sekuritas Asia dan Mitrapost masih fluktuatif dalam rentang 6.700 hingga 6.859 pada perdagangan 18 Mei 2026, sejumlah analis melihat adanya peluang teknikal rebound jangka pendek karena beberapa indikator teknis emiten telah memasuki area jenuh jual (oversold).
Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki menjelaskan kemunculan pola teknikal pada salah satu saham yang berpotensi mengalami pembalikan arah.
"muncul bullish harami dengan stochasticnya potensi golden cross dan volume meningkat, rawan SOS jika gagal break 5900-6050." ujar Achmad Yaki, Head of Online Trading BCA Sekuritas ketika menganalisis pergerakan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
Sementara itu, evaluasi terhadap pergerakan saham sektor energi terintegrasi menunjukkan fase yang berbeda.
"ELSA masih bergerak konsolidasi dalam rentang level 690-720 yang menjadi support area sejak Maret 2026 dengan indikator MACD menunjukkan pelemahan trend." kata Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia terkait pergerakan saham PT Elnusa Tbk.
Secara rinci, beberapa perusahaan sekuritas memetakan batasan teknis saham potensial untuk menjadi acuan trading para investor dalam menghadapi fluktuasi pasar global.
| Saham | Rekomendasi | Entry | Target | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|
| AMMN | Speculative Buy | 3.700 | 3.900 | 3.550 |
| BBCA | Buy if Breakout | 6.200 | 6.400 | 6.000 |
| INKP | Speculative Buy | 9.000 | 9.500 | 8.650 |
| SMGR | Buy if Breakout | 2.100 | 2.180 | 2.020 |
Di samping itu, riset dari Mandiri Sekuritas melalui platform digitalnya turut merilis panduan teknikal untuk tiga emiten yang sedang menguji batas pertahanan bawah.
| Kode Saham | Area Support | Harga Masuk / Buy | Target Price | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|
| PTRO | 4.770–4.920 | – | 5.600–6.875 | < 4.130 |
| BUVA | 965–1.005 | – | 1.100–1.360 | < 955 |
| ARCI | 1.300 | 1.410 (Speculative) | 1.600 | < 1.300 |
Untuk proyeksi pergerakan pasar reguler esok hari, analisis dari Mitrapost menambahkan estimasi penguatan berkisar antara 4 persen hingga 15 persen pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA). Seiring dinamika tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau pelaku pasar modal untuk senantiasa mengedepankan analisis fundamental dan teknikal mandiri.