Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada awal pembukaan perdagangan pagi, Senin (8/6). Pelemahannya dipicu oleh merosotnya harga saham sejumlah emiten perbankan besar di Indonesia.
Seperti dilansir dari Detik Finance, data RTI Business mencatat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi saham perbankan yang mengalami koreksi paling dalam. Nilai saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini merosot 1,25 persen menuju level Rp 3.170 per lembar saham.
Penurunan ini diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang terkoreksi sebesar 1,09 persen menjadi Rp 2.710 per lembar saham. Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga melemah 0,99 persen ke posisi Rp 5.025 per lembar saham.
IHSG sempat merosot tajam hingga lebih dari 4 persen dan menyentuh titik terendahnya di level 5.346,33. Pergerakan indeks saham kemudian berhasil memperkecil jarak koreksi ke posisi 5.512,17, atau mencatatkan pelemahan sebesar 1,44 persen.
Sepanjang tahun 2026, akumulasi penurunan IHSG telah mencapai 36,26 persen. Performa indeks saham dalam negeri ini juga diwarnai oleh aksi jual bersih oleh investor asing atau net foreign sell dengan nilai total mencapai Rp 61,36 triliun sepanjang tahun 2026.