IHSG Melemah 1,14 Persen ke Level 6.890 pada Sesi Pertama

IHSG Melemah 1,14 Persen ke Level 6.890 pada Sesi Pertama

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi dalam hingga merosot 1,14 persen ke posisi 6.890,272 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (11/5/2026). Penurunan signifikan ini dipicu oleh besarnya tekanan jual terhadap deretan saham berkapitalisasi pasar besar atau big caps di Bursa Efek Indonesia.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks sempat dibuka pada level 6.959,943 dan mencapai titik tertinggi di 6.968,926 sebelum akhirnya terseret jatuh. Sebagaimana dilansir dari Money, aksi jual pada sejumlah saham unggulan yang memiliki bobot besar menjadi faktor utama pemicu pelemahan indeks domestik tersebut.

Sektor transportasi dan energi tercatat menjadi dua bidang dengan kontraksi terdalam yang memperberat langkah IHSG sepanjang pagi hingga siang hari. Pergerakan ini menyebabkan indeks saham Indonesia tertinggal di belakang mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang cenderung bergerak dengan koreksi lebih terbatas.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin tekanan pasar setelah keduanya anjlok sebesar 8 persen. Selain itu, emiten besar lainnya seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 5,1 persen serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang terkoreksi 5 persen.

Kondisi pasar domestik ini berbanding terbalik dengan Bursa Shanghai yang masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan mendekati 1 persen. Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di BEI terpantau cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,449 triliun dari volume transaksi sebanyak 24,178 miliar saham.

Statistik akhir sesi pertama mencatat sebanyak 439 saham berakhir di zona merah, sementara hanya 236 saham yang berhasil menguat. Adapun 138 saham lainnya terpantau bergerak stagnan dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,69 juta kali transaksi hingga jeda siang.

Artikel terkait

Rekomendasi