IHSG Diprediksi Melemah Menguji Level 6.600 Akibat Tekanan Asing

IHSG Diprediksi Melemah Menguji Level 6.600 Akibat Tekanan Asing

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal menghadapi tekanan koreksi lanjutan setelah pada sesi sebelumnya ditutup merosot sebesar 0,68%. Kondisi pasar modal domestik saat ini tengah dibayangi oleh sentimen negatif dari dalam maupun luar negeri.

Melansir data dari Suara, lesunya pergerakan indeks semakin diperparah oleh aksi jual bersih yang dilakukan investor asing dengan nilai mencapai sekitar Rp799 miliar. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti ANTM, BMRI, CUAN, DSSA, dan BBRI menjadi fokus utama pelepasan aset oleh pemodal luar negeri tersebut.

Secara teknikal, pergerakan IHSG pada hari ini diproyeksikan berpotensi dibuka melemah atau mengalami gap down. Indeks akan bergerak untuk menguji area dukungan atau support pada rentang level 6.600 hingga 6.700.

Penurunan ini merupakan dampak langsung dari pengumuman tinjauan indeks MSCI atau MSCI Review yang dipublikasikan semalam. Meski demikian, para analis melihat adanya peluang terjadinya pembalikan arah atau technical rebound apabila indeks berhasil bertahan di area support tersebut. Sementara itu, posisi hambatan atau resistance saat ini berada di kisaran 6.950 sampai 7.020.

Situasi di pasar saham Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi bursa global yang mayoritas berada di zona merah. Di Amerika Serikat, Wall Street menutup perdagangan Selasa (12/5) dengan pelemahan signifikan akibat lonjakan inflasi dan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Sektor teknologi menjadi penekan utama bursa AS, di mana saham produsen cip seperti Micron Technology merosot 3,6% dan Qualcomm anjlok hingga 11%. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas menjadi pemicu utama fluktuasi harga energi global.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pandangan pesimis terkait prospek gencatan senjata dengan Iran, yang ia sebut berada dalam kondisi kritis. Pernyataan tersebut mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melesat 4,19% ke level US$ 102,18 per barel, sementara Brent menguat 3,42% ke posisi US$ 107,77 per barel.

Kondisi di kawasan Asia-Pasifik turut menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Meski Nikkei 225 di Jepang menguat tipis 0,52%, bursa Korea Selatan atau Kospi justru terjun bebas hingga 2,29% akibat sikap hati-hati investor terhadap ketidakpastian di Timur Tengah.

Strategi Investasi dan Fokus Sektor Energi

Mempertimbangkan lonjakan harga komoditas energi dunia, sektor pertambangan dan migas dinilai menjadi area yang cukup menarik bagi pelaku pasar. BNI Sekuritas memberikan panduan bagi investor untuk mencermati peluang speculative buy pada beberapa saham pilihan.

Daftar Rekomendasi Saham dan Target Harga
Kode SahamArea BeliBatas Cut LossTarget Harga
MEDC1.5801.5601.610 - 1.650
ENRG1.5751.5451.610 - 1.630
BIPI198194204 - 208
BUMI208 - 212208216 - 220
BKSL98 - 10097102 - 106
HRTA2.6702.6002.730 - 2.790

Para investor diingatkan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap volatilitas pasar yang tinggi pada awal sesi perdagangan. Penerapan manajemen risiko yang ketat sangat diperlukan mengingat dinamika harga komoditas global yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Artikel terkait

Rekomendasi