Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melonjak hingga 1 persen ke level 6.430,97 di tengah persiapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato ekonomi di Gedung DPR RI pada Rabu (20/5/2026).
Dilansir dari cnbcindonesia.com, performa pasar modal tersebut berbalik arah setelah sebelumnya sempat melemah 0,29 persen ke posisi 6.352,20 pada pembukaan perdagangan pagi hari yang sama.
Sesaat setelah pasar dibuka, indeks bahkan sempat merosot lebih dalam hingga 1,35 persen dengan kapitalisasi pasar yang menyusut menjadi Rp11.079 triliun sebelum akhirnya bangkit kembali.
Data perdagangan mencatat sebanyak 382 saham menguat, 260 saham melemah, dan 316 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp4,83 triliun dari volume 7,92 miliar lembar saham.
Selain agenda presiden, pasar finansial hari ini juga dibayangi oleh pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait keputusan suku bunga acuan atau BI Rate.
Sembilan dari 15 lembaga dalam jajak pendapat cnbcindonesia.com memprediksi BI Rate naik 25 basis poin menjadi 5,00 persen, sementara enam lembaga memperkirakan tetap di level 4,75 persen.
Langkah kenaikan suku bunga dinilai berpotensi diambil oleh bank sentral guna meredam tekanan besar terhadap mata uang rupiah dan membatasi dampak imported inflation akibat konflik AS-Iran.
Di sisi lain, kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR untuk memaparkan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi sejarah baru karena biasanya tugas ini diwakili oleh menteri keuangan.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengonfirmasi rencana kehadiran kepala negara tersebut dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2025-2026.
"Rencana Presiden akan menyampaikan langsung kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal," ujar Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR RI.
Pimpinan parlemen lainnya menyebutkan bahwa langkah yang diambil oleh mantan Menteri Pertahanan tersebut tidak menyalahi aturan ketatanegaraan yang berlaku di Indonesia.
"Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa dalam menjaga perekonomian kita," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Prasetyo Hadi menambahkan bahwa momentum penyampaian arah kebijakan fiskal ini sengaja diselaraskan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei.
Sinyal kepastian dari pemerintah sangat dinantikan investor karena bursa saham domestik baru saja tertekan berat setelah anjlok 3,46 persen ke level 6.370,679 pada perdagangan Selasa (19/5/2026).
"Perhatian investor kini tertuju pada pidato Presiden Prabowo di sidang paripurna DPR," ujar Hendra Wardana, Founder Republik Investor.
Analis memproyeksikan IHSG berpeluang mengalami technical rebound menuju rentang 6.500 hingga 6.535 apabila pidato kepresidenan mampu menunjukkan komitmen kuat terhadap disiplin fiskal.