IHSG Melesat 1,11 Persen ke Level 6.195 pada 2 Juni 2026

IHSG Melesat 1,11 Persen ke Level 6.195 pada 2 Juni 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat naik pada pembukaan perdagangan awal bulan Juni 2026. Pergerakan ini menjadi momentum pemulihan setelah indeks sempat mengalami tekanan pada akhir Mei lalu.

Dikutip dari Investasi melalui data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melonjak sebesar 1,11 persen menuju posisi 6.195,42 pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026). Sepanjang hari, indeks konsisten bergerak di zona hijau.

Indeks mencatatkan titik terendah pada level 6.143 dan berhasil menyentuh level tertinggi di angka 6.264. Aktivitas perdagangan di lantai bursa berlangsung cukup padat dengan volume saham yang ditransaksikan mencapai 31,24 miliar lembar.

Nilai transaksi keseluruhan pada perdagangan ini menyentuh angka Rp 25,47 triliun. Kekuatan pasar disokong oleh 281 saham yang bergerak menguat, sementara 389 saham mengalami penurunan, dan 147 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan.

Meskipun indeks mengalami penguatan yang signifikan, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai total mencapai Rp 1,39 triliun. Namun, pemodal luar negeri tetap melakukan akumulasi beli pada sejumlah saham tertentu.

Berikut adalah tabel daftar sepuluh saham yang mencatatkan nilai beli bersih (net buy) terbesar oleh investor asing pada perdagangan awal Juni:

Daftar 10 Saham Net Buy Terbesar Asing Selasa, 2 Juni 2026
NoKode SahamNama PerusahaanNilai Net Buy Asing
1ANTMPT Aneka Tambang TbkRp 108,66 miliar
2CUANPT Petrindo Jaya Kreasi TbkRp 69,76 miliar
3AMRTPT Sumber Alfaria Trijaya TbkRp 68,61 miliar
4ADROPT Alamtri Resources Indonesia TbkRp 52,58 miliar
5AMMNPT Amman Mineral Internasional TbkRp 34,29 miliar
6MDKAPT Merdeka Copper Gold TbkRp 28,20 miliar
7DSSAPT Dian Swastatika Sentosa TbkRp 26,53 miliar
8TINSPT Timah TbkRp 15,94 miliar
9NCKLPT Trimegah Bangun Persada TbkRp 13,99 miliar
10BIPIPT Astrindo Nusantara Infrastruktur TbkRp 11,54 miliar

Aksi beli selektif oleh investor asing ini berfokus pada sektor komoditas, infrastruktur, hingga ritel, yang turut menjadi penggerak volume perdagangan di bursa saham domestik.

Artikel terkait

Rekomendasi