Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat naik pada pembukaan perdagangan awal bulan Juni 2026. Pergerakan ini menjadi momentum pemulihan setelah indeks sempat mengalami tekanan pada akhir Mei lalu.
Dikutip dari Investasi melalui data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melonjak sebesar 1,11 persen menuju posisi 6.195,42 pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026). Sepanjang hari, indeks konsisten bergerak di zona hijau.
Indeks mencatatkan titik terendah pada level 6.143 dan berhasil menyentuh level tertinggi di angka 6.264. Aktivitas perdagangan di lantai bursa berlangsung cukup padat dengan volume saham yang ditransaksikan mencapai 31,24 miliar lembar.
Nilai transaksi keseluruhan pada perdagangan ini menyentuh angka Rp 25,47 triliun. Kekuatan pasar disokong oleh 281 saham yang bergerak menguat, sementara 389 saham mengalami penurunan, dan 147 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan.
Meskipun indeks mengalami penguatan yang signifikan, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai total mencapai Rp 1,39 triliun. Namun, pemodal luar negeri tetap melakukan akumulasi beli pada sejumlah saham tertentu.
Berikut adalah tabel daftar sepuluh saham yang mencatatkan nilai beli bersih (net buy) terbesar oleh investor asing pada perdagangan awal Juni:
| No | Kode Saham | Nama Perusahaan | Nilai Net Buy Asing |
|---|---|---|---|
| 1 | ANTM | PT Aneka Tambang Tbk | Rp 108,66 miliar |
| 2 | CUAN | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk | Rp 69,76 miliar |
| 3 | AMRT | PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk | Rp 68,61 miliar |
| 4 | ADRO | PT Alamtri Resources Indonesia Tbk | Rp 52,58 miliar |
| 5 | AMMN | PT Amman Mineral Internasional Tbk | Rp 34,29 miliar |
| 6 | MDKA | PT Merdeka Copper Gold Tbk | Rp 28,20 miliar |
| 7 | DSSA | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk | Rp 26,53 miliar |
| 8 | TINS | PT Timah Tbk | Rp 15,94 miliar |
| 9 | NCKL | PT Trimegah Bangun Persada Tbk | Rp 13,99 miliar |
| 10 | BIPI | PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk | Rp 11,54 miliar |
Aksi beli selektif oleh investor asing ini berfokus pada sektor komoditas, infrastruktur, hingga ritel, yang turut menjadi penggerak volume perdagangan di bursa saham domestik.