IHSG Melorot 4,52 Persen ke Level 5.342 Akibat Tekanan Jual Asing

IHSG Melorot 4,52 Persen ke Level 5.342 Akibat Tekanan Jual Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan tajam sebesar 4,52 persen atau berkurang 252 poin ke level 5.342,62. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI yang dikutip dari Investasi, penurunan ini menempatkan indeks mendekati posisi terendahnya sepanjang tahun ini.

Koreksi melanda hampir seluruh sektor di papan perdagangan. Sektor perindustrian menjadi lini yang paling tertekan setelah jatuh 6,39 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 6,29 persen, serta transportasi dan logistik yang turun 5,58 persen.

Kemunduran juga terjadi di sektor teknologi sebesar 4,68 persen, kesehatan 4,44 persen, dan barang konsumsi primer 4,36 persen. Selain itu, sektor energi, bahan baku, properti, hingga keuangan terpantau ikut bergerak melemah.

Tekanan di pasar modal terlihat jelas dari dominasi saham yang terkoreksi. Tercatat sebanyak 661 saham ditutup melemah, sementara hanya 78 saham yang bergerak menguat dan 78 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi.

Walaupun kondisi pasar sedang tertekan, intensitas perdagangan terpantau tetap tinggi. Volume transaksi di bursa menyentuh angka 32,39 miliar saham dengan nilai keseluruhan mencapai Rp21,39 triliun.

Arus Keluar Dana Asing

Beban utama pergerakan indeks berasal dari aksi jual yang dilakukan oleh investor ekspatriat. Pelaku pasar asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp447,05 milar di seluruh pasar, dengan fokus pelepasan pada saham komoditas dan perbankan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai Rp489,11 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp298,49 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp135,96 milar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp132,68 miliar.

Aliran modal keluar juga melanda PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Akumulasi Saham Tertentu dan Proyeksi

Di balik pelemahan bursa, beberapa saham tetap menjadi sasaran akumulasi oleh investor asing karena dinilai menarik usai harganya terkoreksi. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin jajaran beli bersih (net buy) asing sebesar Rp258,36 miliar.

Langkah beli bersih ini diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp133,13 milar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp127,59 miliar. Saham BBNI, DEWA, BIPI, INDF, BUVA, BULL, dan PTRO turut mencatatkan aksi beli oleh asing.

Pergerakan IHSG diperkirakan masih rentan berfluktuasi dalam jangka pendek akibat efek depresiasi rupiah, derasnya arus modal keluar, dan sentimen domestik. Secara teknikal, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan dengan area support di 5.200 dan resistance di level 5.600.

Artikel terkait

Rekomendasi