Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan sesi I Jumat, 22 Mei 2026. Indeks melonjak sebesar 18 poin atau setara 0,30 persen menuju level 6.113.
Seperti diberitakan oleh Suara, riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menunjukkan penguatan ini dipicu oleh sentimen positif global. Investor merespons baik meningkatnya harapan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Optimisme pasar global muncul karena potensi damai tersebut dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi dunia. Langkah positif IHSG ini juga searah dengan mayoritas bursa saham Asia yang menghijau mengikuti jejak Wall Street.
Laporan terkini menyebutkan pihak Iran menganggap proposal baru dari AS membantu mempersempit perbedaan pandangan. Situasi tersebut menumbuhkan keyakinan pasar bahwa potensi gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz dapat berkurang.
Meskipun menguat, Pilarmas menilai pergerakan IHSG di dalam negeri masih cenderung fluktuatif. Pasar keuangan dan sektor komoditas nasional terbebani oleh pelemahan nilai tukar rupiah serta polemik rencana kebijakan sentralisasi ekspor satu pintu.
Terkait polemik tersebut, Danantara memastikan kebijakan baru ini tidak akan mengganggu kontrak jangka panjang eksportir swasta yang sedang berjalan. Pemerintah menyatakan tetap membuka ruang dialog dengan pelaku industri dan asosiasi demi transisi yang aman.
Namun, dua lembaga pemeringkat global yaitu Moody's dan S&P Global memberikan peringatan keras. Mereka menilai kebijakan tata kelola ekspor tersebut berpotensi memicu distorsi pasar, mengganggu kinerja ekspor, hingga berisiko pada peringkat utang Indonesia.
Untuk pilihan saham, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham VKTR untuk dicermati. Mereka memberikan rekomendasi buy pada area support 655 dan resistance 770.
Rangkuman Trafik Perdagangan Sesi I
Aktivitas perdagangan pada sesi pertama mencatat volume sebanyak 18,50 juta saham yang ditransaksikan. Nilai transaksi terkumpul sebesar Rp 10,16 triliun dengan frekuensi mencapai 1,12 juta kali.
Peta pergerakan saham menunjukkan sebanyak 346 saham bergerak naik dan 372 saham mengalami penurunan. Sementara itu, terdapat 241 saham yang posisinya tidak mengalami pergerakan atau stagnan.
Barisan saham yang mencatatkan kenaikan terbesar (top gainers) pada hari ini meliputi DFAM, PBSA, KOKA, EMAS, dan DEPO. Sebaliknya, saham-saham yang mengalami pelemahan terdalam (top losers) diduduki oleh ASPR, LCKM, PGLI, RONY, dan POLU.