Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis (7/5/2026) hingga mencapai level 7.174,321. Dilansir dari Money, kenaikan indeks ini terjadi secara kontradiktif dengan derasnya tekanan jual yang dilakukan oleh investor asing di pasar reguler saham domestik.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG terapresiasi sebesar 81,854 poin atau setara 1,15 persen. Meskipun indeks menghijau, pemodal asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 360 miliar pada pasar reguler, walau terdapat beli bersih Rp 283,95 miliar di pasar tunai dan negosiasi.
Sektor perbankan menjadi fokus utama pergerakan dana asing, di mana saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan net sell terbesar mencapai Rp 316 miliar. Di sisi lain, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) justru menjadi incaran utama dengan nilai beli bersih sebesar Rp 335 miliar.
Beberapa emiten besar lainnya juga mengalami tekanan jual asing yang cukup signifikan pada hari tersebut. Tercatat saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dilepas asing sebesar Rp 128 miliar, disusul PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 98 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 83 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 57 miliar.
Pergerakan harga saham pun bervariasi, di mana BBCA berhasil menguat 4,62 persen ke level Rp 6.225 meski dilepas asing. Kenaikan serupa dialami BMRI yang tumbuh 2,88 persen ke posisi Rp 4.640, sedangkan saham AMMN justru terkoreksi dalam hingga 7,20 persen ke level Rp 4.640 pada akhir perdagangan.
| Kode Saham | Aksi Asing | Nilai (Rp) |
|---|---|---|
| BBRI | Beli Bersih | 335 Miliar |
| TINS | Beli Bersih | 77 Miliar |
| GOTO | Beli Bersih | 68 Miliar |
| BBNI | Beli Bersih | 45 Miliar |
| PANI | Beli Bersih | 34 Miliar |
| BMRI | Jual Bersih | 316 Miliar |
| BRPT | Jual Bersih | 128 Miliar |
| PTRO | Jual Bersih | 98 Miliar |
| BBCA | Jual Bersih | 83 Miliar |
| AMMN | Jual Bersih | 57 Miliar |
Saham BRPT juga berakhir di zona merah dengan pelemahan 5,68 persen ke level Rp 2.160 setelah sempat menyentuh titik tertinggi harian di Rp 2.440. Sementara itu, PTRO menutup sesi perdagangan di angka Rp 5.475 atau turun 3,10 persen akibat tekanan jual yang terjadi sepanjang hari.