Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau dengan kenaikan 1,22 persen ke level 7.057,106 pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026). Dilansir dari Money, penguatan signifikan ini terjadi meski investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell yang mencapai ratusan miliar rupiah di seluruh pasar.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa indeks mengalami kenaikan sebesar 85,15 poin. Walaupun performa indeks menguat solid hingga melampaui level psikologis 7.000, investor asing membukukan penjualan bersih dengan total nilai akumulatif mencapai Rp 518,39 miliar.
Aktivitas pelepasan aset oleh pemodal internasional tersebut terbagi menjadi Rp 317,94 miliar di pasar reguler serta Rp 200,44 miliar di pasar tunai dan negosiasi. Tekanan jual paling besar menyasar saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai mencapai Rp 342,2 miliar di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif.
Selain BMRI, aksi jual asing juga menyasar PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp 169,2 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 144,8 miliar. Meski ditekan aksi jual, saham BMRI tetap ditutup menguat 1,58 persen ke posisi 4.490 setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di 4.570.
Kondisi berbeda dialami saham EMAS yang terkoreksi signifikan sebesar 3,09 persen hingga berakhir di level 8.625. Sementara itu, saham BBCA masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan terbatas sebesar 0,85 persen ke angka 5.950, meskipun pergerakannya melandai pada paruh kedua sesi perdagangan.
Di sisi lain, minat beli investor asing masih terlihat pada beberapa saham unggulan yang dipimpin oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy Rp 213 miliar. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Shield On Service Tbk (SOSS) juga mencatat pembelian bersih masing-masing senilai Rp 138,1 miliar dan Rp 70,8 miliar.
Secara keseluruhan, perdagangan hari ini mencatatkan volume transaksi sebanyak 43,92 miliar saham dengan nilai total mencapai Rp 23,87 triliun. Sebanyak 342 saham mengalami kenaikan harga, 314 saham menurun, dan 163 saham lainnya tidak bergerak, yang membawa kapitalisasi pasar BEI menyentuh angka Rp 12.654,69 triliun.