IHSG Menguat ke Level 7.000 Meski Investor Asing Jual Saham Unggulan

IHSG Menguat ke Level 7.000 Meski Investor Asing Jual Saham Unggulan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 1,22 persen pada penutupan perdagangan terakhir meskipun dibayangi aksi jual bersih oleh investor asing. Lonjakan ini terjadi di tengah tren positif pasar global, sebagaimana dilansir dari Suara pada Kamis (7/5/2026).

Aksi pelepasan aset oleh pemodal luar negeri tersebut mencapai nilai sekitar Rp318 miliar dengan sasaran utama pada saham-saham unggulan. Sektor perbankan dan komoditas seperti BMRI, BBCA, ANTM, INCO, hingga AADI menjadi emiten yang paling banyak dijual oleh pihak asing.

Penguatan indeks secara teknikal kini mengarah pada upaya penembusan zona resistansi di level 7.100 hingga 7.120. Para pelaku pasar diminta tetap waspada karena kegagalan menembus angka tersebut dapat memicu koreksi, ditambah lagi nilai tukar Rupiah yang kini mendekati posisi Rp17.500 per dolar AS.

IHSG saat ini tercatat memiliki basis dukungan atau support pada rentang level 6.950 sampai 7.000. Kondisi domestik ini berbanding lurus dengan performa Wall Street yang sukses mencetak rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Mei 2026.

Indeks S&P 500 terpantau naik 0,81 persen, Nasdaq melesat 1,03 persen, dan Dow Jones menguat 0,73 persen akibat penurunan harga minyak dunia. Penurunan harga minyak jenis WTI sebesar 3,9 persen ke level US$102,27/bbl dan Brent ke US$109,87/bbl menjadi pendorong utama emiten seperti DuPont de Nemours dan Anheuser-Busch InBev.

Sementara itu, bursa di kawasan Asia bergerak variatif dengan kecenderungan melemah, seperti Hang Seng yang terkoreksi 0,76 persen dan ASX 200 turun 0,19 persen. Sebaliknya, indeks Taiex di Taiwan dan Malay KLCI masih mampu bertahan di zona positif di tengah kekhawatiran pasokan energi.

Kondisi geopolitik menunjukkan tanda peredaan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menyusul keberhasilan gencatan senjata di Selat Hormuz.

"gencatan senjata masih bertahan dan kapal komersial AS telah mulai melintasi Selat Hormuz dengan aman." kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS.

Pernyataan tersebut merujuk pada kebijakan pengawalan militer bagi kapal-kapal komersial di jalur strategis tersebut sesuai instruksi Presiden Donald Trump. Kendati tensi mereda, fluktuasi harga minyak dan nilai tukar Yen Jepang tetap menjadi faktor yang dipantau ketat oleh para investor global.

Daftar Saham Pilihan Trading Hari Ini
Kode SahamRekomendasiArea BeliTarget HargaCut Loss
BUMISpec Buy226–230234–240Di bawah 224
AKRABuy on Weakness1480–15201540–1570Di bawah 1480
AYAMBuy if BreakTembus 342348–352Di bawah 330
ARCISpec Buy1480–15001520–1580Di bawah 1470
MDKASpec Buy3040–31003150–3200Di bawah 3020
BRPTSpec Buy2260–23002400–2480Di bawah 2220

Artikel terkait

Rekomendasi