IHSG Menguat ke Level 6.162 Meski Investor Asing Lepas Saham BBCA dan BMRI

IHSG Menguat ke Level 6.162 Meski Investor Asing Lepas Saham BBCA dan BMRI

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada penghujung pekan. Seperti dikutip dari Suara, indeks acuan pasar modal domestik tersebut sukses bertengger di zona hijau dengan apresiasi sebesar 67,1 poin atau melesat 1,1% menuju level 6.162 pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 di Bursa Efek Indonesia.

Kendati panggung utama bursa saham dalam negeri diselimuti tren penguatan, pergerakan dana modal internasional menunjukkan arah sebaliknya. Para penanam modal asing terpantau memanfaatkan momentum kenaikan ini untuk melancarkan aksi ambil untung dengan akumulasi penjualan bersih mencapai Rp309,4 miliar di seluruh pasar.

Arus modal keluar investor asing paling deras menerpa sektor perbankan berkapitalisasi pasar besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati urutan pertama dengan nilai pelepasan aset mencapai Rp322,3 miliar, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di posisi kedua dengan catatan jual bersih asing senilai Rp287,6 miliar.

Selain sektor perbankan, saham di sektor petrokimia juga turut dilego oleh pemodal internasional. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut dilegiti dengan nilai penjualan bersih dari investor asing sebesar Rp156,4 miliar.

Melihat peta transaksi secara lebih rinci, intensitas penjualan pemodal asing sejatinya berpusat di pasar reguler dengan total nilai pelepasan portofolio mencapai Rp1,07 triliun. Namun, tekanan jual tersebut berhasil sedikit diredam oleh adanya aksi beli bersih asing yang terjadi di pasar negosiasi dan tunai dengan nilai transaksi sebesar Rp758,9 miliar.

Secara makro, gairah perdagangan di Bursa Efek Indonesia tergolong sangat masif dengan total nilai transaksi harian menyentuh angka Rp20,12 triliun. Kekuatan pasar didominasi oleh pergerakan 466 saham yang berhasil merangkak naik, sedangkan sebanyak 271 saham terpantau mengalami koreksi, dan 222 saham lainnya bergerak stagnan tanpa mengalami perubahan harga.

Hingga bel akhir perdagangan berbunyi, volume transaksi secara kolektif tercatat mencapai 37,2 billion atau 37,2 miliar lembar saham. Seluruh perpindahan aset tersebut melibatkan frekuensi perdagangan yang cukup padat, yakni hingga 1,94 juta kali transaksi.

Artikel terkait

Rekomendasi