Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan dengan tren positif pada Selasa, 12 Mei 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dari Suara, indeks dibuka naik 0,60 persen hingga menyentuh posisi 6.946.
Pergerakan indeks terpantau tetap berada di zona hijau hingga pukul 09.05 WIB dengan penguatan sebesar 0,15 persen ke level 6.916. Aktivitas perdagangan melibatkan sebanyak 1,99 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 158.700 kali.
Nilai transaksi perdagangan pada pagi tersebut tercatat sebesar Rp847 miliar. Secara rinci, terdapat 306 saham yang harganya bergerak naik, sementara 213 saham mengalami koreksi, dan 440 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers, di antaranya adalah CCSI, ELPI, EMDE, KRYA, LABS, LABA, dan PEHA. Saham-saham ini menjadi penggerak di tengah optimisme awal perdagangan.
Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang justru tertekan dan masuk dalam daftar top losers. Beberapa di antaranya meliputi ASPR, SHIP, DFAM, ABDA, SSMS, BOBA, BDMN, serta IKPM.
Proyeksi Analis dan Sentimen Rebalancing MSCI
Mayoritas analis menilai laju IHSG masih berada dalam bayang-bayang tekanan meski sempat menguat pada pembukaan 12 Mei 2026. Kondisi ini dipicu oleh penantian pasar terhadap pengumuman rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan pada bulan Mei.
Hambatan pergerakan indeks diperkirakan datang dari kombinasi sentimen domestik dan eksternal. Namun, para ahli melihat tetap adanya peluang untuk terjadinya pembalikan arah atau rebound dalam jangka pendek bagi pasar modal Indonesia.
Berdasarkan riset BRI Danareksa, performa IHSG pada Senin, 11 Mei 2026, ditutup melemah 0,92 persen ke level 6.905,6. Pelemahan tersebut disebabkan oleh dominasi aksi jual pemodal asing dengan nilai net foreign sell mencapai Rp659 miliar di pasar reguler.
Sentimen pasar sempat membaik menyusul kabar penundaan kenaikan tarif royalti tambang. Akan tetapi, optimisme itu meredup setelah pemerintah memberikan kepastian bahwa penyesuaian tarif royalti akan tetap diberlakukan mulai Juni 2026.
Analisis teknikal dari tim riset BRI Danareksa menunjukkan bahwa IHSG sedang menguji area support krusial pada rentang 6.850 hingga 6.960. Peluang pemulihan masih terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level tersebut.
"Secara teknikal, IHSG masih menguji area support penting di kisaran 6.850–6.960. Selama level tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka, namun jika ditembus maka risiko pelemahan lanjutan akan meningkat," tulis riset BRI Danareksa, Selasa (12/5/2026).