Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis pada akhir perdagangan sesi I, Kamis 7 Mei 2026. Meskipun sempat melonjak hingga 1,5% di awal pembukaan, indeks saham domestik ini mengalami penyusutan momentum kenaikan menjelang jeda siang.
Dilansir dari Detik Finance, data perdagangan sesi I menunjukkan IHSG naik sebesar 0,36% yang membawanya ke posisi 7.117,97. Sebelumnya, indeks kebanggaan Indonesia tersebut sempat mendaki hingga mencapai level tertingginya di angka 7.204,78 saat pasar baru saja dibuka.
Aktivitas pasar tercatat cukup dinamis dengan volume perdagangan mencapai 26,12 miliar saham. Nilai transaksi yang dibukukan hingga tengah hari berada di angka Rp 12,32 triliun, dengan total frekuensi perdagangan sebanyak 1.548.911 kali.
Situasi pasar pada sesi pertama ini diwarnai oleh 339 saham yang berada di zona hijau. Di sisi lain, sebanyak 299 saham mengalami penurunan harga, sementara 178 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi atau stagnan.
Meskipun indeks secara keseluruhan menguat, jajaran saham milik konglomerat Prajogo Pangestu justru mengalami tekanan serempak hingga sesi I berakhir. Koreksi ini terjadi di berbagai lini bisnis yang dimiliki oleh taipan tersebut.
PT Petrosea Tbk (PTRO) tercatat turun 0,88% sehingga parkir di harga Rp 5.600 per saham. Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengalami pelemahan sebesar 2,02% dan menyentuh level harga Rp 1.215 per lembar.
Tekanan jual juga melanda PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang harganya merosot 3,06% menjadi Rp 2.220. Pelemahan lebih dalam dialami oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang terkoreksi 3,94% ke level harga Rp 4.630.
Dua emiten lainnya dari grup yang sama, yakni PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), juga tak luput dari tren penurunan. CDIA melemah 4,35% ke posisi Rp 1.100 per saham.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten yang paling terdampak signifikan. Saham ini mencatatkan penurunan paling tajam di antara portofolio Prajogo Pangestu lainnya, yakni sebesar 9,41% ke harga Rp 5.775 per saham.