Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Rabu (6/5) dengan mencatatkan performa positif. Dilansir dari Detik Finance, indeks berhasil parkir di zona hijau setelah naik sebesar 0,50% menuju level 7.092,47.
Sejumlah saham menjadi penggerak utama penguatan indeks pada hari ini. Di antaranya adalah MORA yang melonjak 7,51%, disusul TPIA yang menguat 4,94%, serta BRMS yang juga bertambah sebesar 4,46%.
Namun, tekanan koreksi masih membayangi beberapa emiten lainnya. Saham CASA terpantau melemah 8,16%, sementara AMMN turun 3,38%, dan ASII terkoreksi sebesar 2,13% pada akhir sesi perdagangan.
Aktivitas investor asing menunjukkan tren pelepasan aset dengan catatan jual bersih. Total net sell mencapai Rp484,31 miliar di pasar reguler dan menyentuh angka Rp482,06 miliar jika dihitung di seluruh pasar.
Mayoritas sektor saham berhasil mendarat di teritori positif dengan basic industry sebagai penopang utama yang tumbuh 1,91%. Sebaliknya, sektor healthcare menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan sedalam 0,65%.
Kondisi pasar domestik sejalan dengan bursa saham Amerika Serikat yang ditutup menguat signifikan. Indeks Dow Jones naik 1,24% ke 49.910, S&P 500 bertambah 1,46% ke 7.365, dan Nasdaq melesat 2,03% ke level 25.838.
Meredanya ketegangan geopolitik global memberikan napas lega bagi para pelaku pasar. Harga minyak mentah jenis Brent merosot hingga 7,80% ke level US$101 per barel menyusul adanya kabar terkait potensi negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Indikator lain seperti indeks ETF EIDO yang naik 1,14% serta MSCI Indonesia yang menguat 0,11% turut memberikan sinyal positif. Hal ini mencerminkan optimisme investor terhadap kondisi pasar modal di Indonesia.
Ekspansi dan Kinerja Emiten Terkini
Di ranah emiten, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memperluas jangkauan pasarnya hingga ke Eropa. Melalui anak usahanya, PT Semen Padang, perusahaan mengirimkan ekspor perdana 11.275 metrik ton semen ke Reunion Island, Prancis.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen ekspor yang menargetkan total 31.500 metrik ton selama Mei hingga Juli 2026. Produk semen tipe CEM I 52.5 N tersebut telah mengantongi standar Conformité Européenne untuk pasar Eropa.
Pendapatan luar negeri SMGR pada kuartal I-2026 dilaporkan mencapai Rp1,17 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3,73% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,13 triliun.
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) juga memulai debut ekspor produk thick yogurt ke pasar Vietnam. Pengiriman awal sebanyak dua kontainer tersebut memiliki nilai transaksi sebesar US$65 ribu atau setara Rp1,13 miliar.
Pendapatan CMRY dari pasar internasional melonjak drastis hingga 98,99% menjadi Rp35,48 miliar pada kuartal I-2026. Perseroan yang telah merambah Malaysia hingga China ini menargetkan pertumbuhan tahunan di level 10% hingga 15%.
Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme private placement. Perusahaan berencana menerbitkan maksimal 2,44 miliar saham baru atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor.
Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp3.100 per lembar, potensi dana yang dihimpun diperkirakan mencapai US$436,82 juta. Aksi korporasi ini diproyeksikan bakal memperbaiki rasio utang terhadap ekuitas perusahaan menjadi 0,8 kali.
Manajemen MDKA menjadwalkan pelaksanaan RUPST untuk meminta persetujuan pemegang saham pada 11 Juni 2026. Tambahan modal ini diharapkan dapat mendongkrak ekuitas perseroan menjadi US$3,36 miliar.