IHSG Parkir di Level 7.057 Seiring Lonjakan Ekonomi Indonesia

IHSG Parkir di Level 7.057 Seiring Lonjakan Ekonomi Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Selasa (5/5) dengan performa positif. Indeks tercatat menguat 1,22% hingga menyentuh posisi 7.057,11 pada penutupan pasar.

Laju indeks mendapat sokongan kuat dari kenaikan signifikan saham BRPT yang melonjak 24,66%. Saham TPIA dan BBRI turut memberikan kontribusi positif dengan penguatan masing-masing sebesar 19,70% dan 3,62%.

Dilansir dari Detik Finance, pergerakan ini terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing. Tercatat terjadi net sell senilai Rp317,94 miliar di pasar reguler dan mencapai Rp518,39 miliar secara total.

Meski demikian, tujuh dari sebelas sektor di bursa berhasil menutup hari di zona hijau. Sektor industri dasar menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 2,86%, sementara sektor kesehatan terkoreksi paling dalam hingga 1,52%.

Kinerja positif pasar modal dalam negeri ini selaras dengan kondisi bursa global di Amerika Serikat. Indeks Dow Jones terpantau naik 0,73%, diikuti S&P 500 sebesar 0,81%, dan Nasdaq yang menguat 1,03%.

Sentimen utama yang menggerakkan pasar adalah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026. Angka pertumbuhan tercatat mencapai 5,61% secara tahunan, melampaui prediksi awal para analis sebesar 5,40%.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tengah mematangkan langkah ekspansi besar untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Perusahaan menargetkan kapasitas sebesar 1,8 GW pada tahun 2033 mendatang.

Target tersebut setara dengan peningkatan 2,5 kali lipat dibandingkan posisi kapasitas pada 2026 yang berada di angka 727 MW. PGEO fokus pada pengembangan proyek Hululais Unit 1 dan 2 dengan investasi US$449 juta.

Selain proyek Hululais, perusahaan juga sedang menggarap inisiatif co-generation senilai US$418 juta. Belanja modal PGEO diproyeksikan melonjak tajam menjadi US$992.220 pada tahun 2030.

Sementara itu, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan lompatan laba bersih hingga 409,76% menjadi Rp662,64 miliar pada kuartal I-2026. Pendapatan perseroan turut terkerek naik 81,53% menjadi Rp1,11 triliun.

Pencapaian ini ditopang oleh kenaikan marketing sales sebesar 112% yang mencapai Rp987 miliar. Penyerahan lahan komersial di kawasan CBD PIK2 dan penjualan hunian residensial menjadi faktor utama pertumbuhan tersebut.

Langkah Strategis Perbankan

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) secara resmi melakukan akuisisi terhadap lini bisnis International Wealth and Premier Banking milik HSBC Indonesia. Aksi korporasi ini mencakup pengalihan aset dan liabilitas nasabah.

Transaksi ini melibatkan dana kelolaan dalam jumlah besar senilai Rp89,80 triliun. Angka tersebut terdiri atas investasi nasabah sebesar Rp58,20 triliun serta simpanan yang mencapai Rp31,60 triliun.

Melalui akuisisi ini, NISP diprediksi akan mendapatkan tambahan lebih dari 336.000 nasabah baru. Integrasi ini diharapkan mampu mendongkrak dana kelolaan hingga 25% dan meningkatkan saldo kartu kredit lebih dari 150%.

Proses penyelesaian seluruh tahapan akuisisi ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada kuartal II-2027. Nilai akhir transaksi akan diumumkan secara resmi setelah seluruh prosedur integrasi selesai dilakukan oleh kedua belah pihak.

Artikel terkait

Rekomendasi