Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat, 10 April 2026 setelah berhasil ditutup di zona hijau pada hari sebelumnya. Dilansir dari Stocksetup, indeks tercatat naik 28,38 poin atau setara 0,39 persen ke posisi 7.307,58 pada penutupan Kamis (9/4/2026).
Kenaikan ini memperpanjang catatan positif bursa domestik meski pasar masih dibayangi berbagai sentimen eksternal. Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, memberikan analisis terkait kondisi teknis pergerakan indeks saat ini yang masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
"IHSG perlu stabil dan bertahan di atas level 7.300–7.350 untuk mengonfirmasi fase bullish," ujar Wafi, Kamis (9/4/2026).
Wafi menilai bahwa penguatan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari fase pemulihan teknis atau technical rebound. Sejumlah faktor risiko global seperti fluktuasi nilai tukar rupiah, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, serta dinamika arus modal asing tetap menjadi perhatian utama.
"Disiplin melakukan profit taking pada saham yang sudah menguat serta menjaga porsi kas untuk mengantisipasi volatilitas lanjutan," katanya.
Dalam menghadapi situasi tersebut, investor disarankan untuk tetap selektif dan memprioritaskan saham-saham perbankan besar. KISI Sekuritas menjatuhkan pilihan pada empat emiten perbankan berkapitalisasi pasar besar sebagai instrumen investasi utama.
| Kode Saham | Nama Emiten | Target Harga (Rp) |
|---|---|---|
| BBCA | PT Bank Central Asia Tbk | 10.200 |
| BMRI | PT Bank Mandiri Tbk | 7.200 |
| BBRI | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk | 6.000 |
| BBNI | PT Bank Negara Indonesia Tbk | 6.000 |
Pada penutupan perdagangan Kamis (9/4/2026), performa saham perbankan menunjukkan koreksi harga di pasar reguler. Saham BBCA melemah 4,07 persen ke level 6.475, sementara saham BBRI terkoreksi 1,80 persen hingga berakhir di posisi 3.280 per lembar saham.