Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan yang ditopang oleh mayoritas sektor saham pada hari Senin (25/5/2026), meskipun investor asing masih tercatat melakukan aksi jual bersih di pasar modal dalam negeri, dilansir dari Investasi.
Sektor perbankan menjadi penggerak utama yang memicu pembalikan arah atau rebound indeks pada perdagangan awal pekan tersebut.
"Penguatan indeks didorong oleh sektor perbankan yang menjadi motor utama rebound pasar, meskipun investor asing masih melakukan aksi jual bersih," ujarnya Reza Diofanda, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas.
Pergerakan indeks dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan domestik, termasuk kelanjutan negosiasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus dicermati oleh para pelaku pasar.
"Kemajuan pembicaraan damai dan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi sentimen positif, meski masih ada perbedaan pandangan terkait uranium Iran dan kebijakan pungutan kapal," jelas Reza Diofanda, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas.
Dari dalam negeri, sentimen datang dari kebijakan penundaan implementasi penuh mekanisme ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) hingga 1 Januari 2027.
"Kebijakan ini memberikan ruang penyesuaian bagi pelaku usaha sehingga mampu meredakan kekhawatiran pasar dalam jangka pendek," tambahnya Reza Diofanda, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas.
Secara analisis teknikal, pergerakan indeks dinilai berhasil bertahan pada area batas bawah atau support penting yang telah ditentukan.
"IHSG berhasil mempertahankan support di kisaran 5.900–6.100 dan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas dengan target resistance di area 6.250–6.300," ungkap Reza Diofanda, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas.
Kendati menunjukkan indikasi penguatan terbatas, para investor diingatkan untuk tetap mewaspadai potensi fluktuasi harga yang tinggi.
"Pasar masih menanti perkembangan negosiasi Iran-AS, efektivitas rebalancing MSCI, serta potensi aksi profit taking menjelang libur panjang bursa," katanya Reza Diofanda, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas.
Untuk perdagangan hari Selasa (26/5/2026), terdapat rekomendasi beberapa saham perbankan dan retail untuk strategi trading jangka pendek seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).