Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sebesar 1,43 persen atau naik 87,689 poin ke level 6.217,879 pada penutupan perdagangan sesi I hari Jumat (29/5/2026).
Lonjakan indeks saham domestik tersebut didorong oleh penguatan serempak komoditas saham milik konglomerat Prajogo Pangestu dan pergerakan positif bursa kawasan global.
Data perdagangan RTI Business mencatat indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di level 6.230,50 dengan volume perdagangan mencapai 22 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 16,06 triliun.
Berdasarkan laporan RTI Business, sejumlah saham di bawah naungan Prajogo Pangestu mencatatkan lonjakan hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA), seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang melesat 25 persen ke harga Rp 3.300 per saham.
Kenaikan tajam juga dialami PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar 24,75 persen ke posisi Rp 630 per saham, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 23,15 persen menjadi Rp 1.915 per saham.
Emiten lain milik Prajogo Pangestu seperti PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 20,59 persen ke harga Rp 4.510, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 15,89 persen ke Rp 875, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terangkat 1,05 persen ke posisi Rp 1.920 per saham.
Di sisi lain, pergerakan indeks LQ45 tercatat naik 0,71 persen atau 4,430 poin ke level 624,830 setelah sempat dibuka melemah ke posisi 609,890.
Secara keseluruhan, bursa domestik mencatat sebanyak 319 saham bergerak menguat, 333 saham mengalami penurunan, dan 161 saham lainnya berada di posisi stagnan.
Dilansir dari Vibiznews, penguatan IHSG siang ini sejalan dengan kondisi bursa regional Asia yang bergerak variatif dengan kecenderungan menguat seiring meredanya tensi geopolitik Timur Tengah serta dampak positif Wall Street yang mencetak rekor intraday.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat justru merosot 0,53 persen atau melemah 94 poin ke level Rp 17.878 per dolar AS pada perdagangan pasar uang Asia siang ini.