IHSG Menguat ke Level 6.968 pada Sesi Pertama 4 Mei 2026

IHSG Menguat ke Level 6.968 pada Sesi Pertama 4 Mei 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen atau bertambah 11 poin ke posisi 6.968 pada sesi pertama perdagangan Senin, 4 Mei 2026. Laju positif indeks domestik ini dipicu oleh membaiknya kondisi geopolitik di Timur Tengah serta rilis data ekonomi nasional yang stabil, sebagaimana dilansir dari Suara.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 359 saham bergerak menguat dan 337 saham melemah, sementara 263 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Aktivitas pasar melibatkan transaksi 43,59 juta lembar saham dengan total nilai mencapai Rp 14,87 triliun melalui frekuensi perdagangan sebanyak 1,55 juta kali.

Berdasarkan riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan ini merupakan respons investor terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai keamanan navigasi di Selat Hormuz. Situasi tersebut dinilai memberikan kepastian terhadap kelancaran distribusi minyak dunia dan meredam kekhawatiran inflasi energi global.

Faktor internal turut memperkuat posisi indeks melalui laporan Badan Pusat Statistik yang mencatat surplus neraca perdagangan Maret 2026 sebesar 3,32 miliar dolar AS. Capaian ini dihasilkan dari nilai ekspor yang tumbuh 3,10 persen menjadi 22,53 miliar dolar AS, melampaui angka impor sebesar 19,21 miliar dolar AS.

Kondisi inflasi pada April 2026 juga terpantau terkendali pada angka 0,13 persen secara bulanan atau 2,42 persen secara tahunan. Meski demikian, pasar tetap mewaspadai penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia dari S&P Global yang terkoreksi ke level 49,1 pada April 2026 akibat pelemahan daya beli.

Beberapa emiten yang mencatatkan pertumbuhan signifikan pada sesi ini meliputi BCIP, PTSP, ZONE, HERO, dan YPAS. Sebaliknya, saham-saham seperti ASDM, COAL, TOOL, BOBA, dan INPS menjadi pemberat indeks setelah mengalami koreksi harga yang cukup tajam.

Artikel terkait

Rekomendasi