Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik menguat pada penutupan sesi satu perdagangan Jumat (22/5/2026) setelah sempat bergerak fluktuatif sejak pembukaan pasar. Penguatan ini terjadi di tengah performa indeks regional Asia yang mayoritas berada di zona hijau.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Money, indeks pasar domestik tersebut ditutup melonjak sebesar 18,501 poin atau menguat 0,30 persen ke level 6.113,442. Pergerakan indeks sepanjang pagi hari terpantau cukup volatil dengan area pembukaan pada posisi 6.065,626.
Sebelum perlahan bangkit dan menyentuh angka tertinggi di level 6.135,124, IHSG dilaporkan sempat merosot hingga menyentuh posisi terendah pada level 5.966,860. Sepanjang sesi pertama, pergerakan indeks masih dibayangi oleh aksi tekanan jual pada sejumlah emiten kapitalisasi besar (big caps) dan saham konglomerasi.
Penurunan tajam melanda saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 11,5 persen, diikuti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melemah 8,2 persen, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terkoreksi 5,3 persen. Kondisi ini membuat sektor IDX Technology mengalami tekanan paling dalam akibat pelemahan deretan saham teknologi.
Meski demikian, reli sejumlah saham di sektor energi dan komoditas berhasil mengimbangi koreksi tersebut. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tercatat melesat hingga 17 persen, disusul oleh PT Petrosea Tbk (PTRO) yang naik 6,6 persen, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang menguat 6,2 persen.
Kenaikan enam dari sebelas indeks sektoral akhirnya sukses menopang penguatan indeks, dengan IDX Basic dan IDX Energy menjadi motor penggerak terbesar. Di kawasan regional, sentimen positif juga didorong oleh bursa Tokyo dan Hong Kong yang memimpin penguatan tajam di bursa Asia siang ini.
Aktivitas transaksi di pasar modal domestik terpantau ramai dengan volume perdagangan mencapai 19,945 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 10,170 triliun. Dari sisi market breadth, sebanyak 332 saham tercatat menguat, 350 saham melemah, dan 135 saham bergerak stagnan dengan total kapitalisasi pasar BEI berada di level Rp 10.593 triliun.