IHSG Menguat ke Level 6.195 saat Tekanan Rebalancing MSCI Mereda

IHSG Menguat ke Level 6.195 saat Tekanan Rebalancing MSCI Mereda

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak sebesar 1,11 persen ke level 6.195,427 pada perdagangan Selasa (2/6) akibat tekanan dari isu rebalancing MSCI yang mulai berkurang di pasar modal Indonesia.

Aktivitas perdagangan tersebut tetap menunjukkan penguatan indeks domestik, meskipun investor asing terpantau masih membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 1,37 triliun, dilansir dari Investasi.

Estimasi aliran dana keluar pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar selama periode penyesuaian indeks tersebut dinilai telah melewati proyeksi awal, sehingga pasar ditengarai sudah menyerap sebagian besar tekanan jual.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menyoroti potensi tekanan teknikal lanjutan dari indeks global lain menjelang pelaksanaan rebalancing pada 22 Juni 2026 mendatang.

"Meski demikian, dampaknya diperkirakan tidak sebesar MSCI," ujar Reza Diofanda, Analis BRI Danareksa Sekuritas.

Reza menilai pergerakan positif saham-saham konglomerasi menunjukkan adanya perpindahan modal investor menuju sektor yang lebih aman dan mempunyai likuiditas tinggi, yang berpotensi menyokong pergerakan IHSG dalam waktu dekat.

Pihaknya memprediksi tekanan pasar akan berkurang dalam dua bulan ke depan karena penurunan aksi jual asing, stabilisasi nilai tukar rupiah pasca kuartal II-2026, serta meredanya kekhawatiran geopolitik yang menurunkan risiko harga minyak.

Di sisi lain, terdapat tantangan domestik dari ketidakpastian regulasi dan penilaian peringkat utang Indonesia yang masih dipantau ketat oleh lembaga pemeringkat internasional.

"Faktor ini yang kemungkinan masih membatasi masuknya dana asing secara agresif," imbuh Reza Diofanda, Analis BRI Danareksa Sekuritas.

Secara analisis teknikal, IHSG diproyeksikan berpeluang menuju kisaran 6.300 hingga 6.500 sampai akhir paruh pertama tahun ini, dan berpotensi mencapai area 6.800 sampai 7.100 pada akhir tahun 2026 jika situasi makroekonomi tetap stabil.

BRI Danareksa Sekuritas saat ini merekomendasikan saham perbankan besar yang mengalami koreksi harga namun memiliki fundamental kuat, serta saham-saham konglomerasi yang menjadi penggerak utama bursa.

Artikel terkait

Rekomendasi