IHSG Menguat ke Level 6.195,427 di Tengah Meredanya Tekanan MSCI

IHSG Menguat ke Level 6.195,427 di Tengah Meredanya Tekanan MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 1,11% menuju level 6.195,427 pada perdagangan Selasa (2/6/2026), dilansir dari Investasi.

Aktivitas perdagangan tersebut tetap menunjukkan penguatan meskipun pemodal internasional masih membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 1,37 triliun.

Kondisi pasar ini mengindikasikan bahwa guncangan yang terjadi akibat sentimen penyesuaian bobot portofolio atau rebalancing MSCI kini mulai berkurang.

Aliran dana keluar atau outflow dari saham-saham perbankan berkapitalisasi besar selama masa rebalancing MSCI juga dilaporkan telah melewati estimasi awal.

Kondisi tersebut menandakan sebagian besar dari tekanan jual investor asing kemungkinan telah diserap seluruhnya oleh pelaku pasar domestik.

Terkait rebalancing FTSE Russell, pergerakan indeks acuan dinilai masih memiliki potensi untuk menghadapi tekanan teknikal menjelang penerapan penyesuaian pada tanggal 22 Juni 2026 mendatang.

"Meski demikian, dampaknya diperkiraan tidak sebesar MSCI," ujar Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, Selasa (2/6/2026).

Rotasi dana investor ke sektor yang cenderung defensif serta likuid terlihat dari adanya penguatan pada jajaran saham perusahaan konglomerasi pada hari ini.

Emiten-emiten dalam sektor tersebut berpeluang kuat untuk terus menjadi penopang laju pergerakan IHSG dalam jangka pendek apabila sentimen pasar mengalami perbaikan.

Meredanya tekanan di lantai bursa dalam kurun waktu empat hingga delapan minggu ke depan akan didorong oleh berkurangnya aksi jual asing pasca-MSCI, stabilisasi rupiah setelah masa tingginya kebutuhan devisa kuartal II-2026, serta penurunan risiko harga minyak dunia seiring redanya isu geopolitik.

Di lain sisi, pelaku pasar masih terus memantau dua risiko struktural utama berupa ketidakpastian kebijakan domestik dan outlook rating Indonesia dari lembaga pemeringkat global.

"Faktor ini yang kemungkinan masih membatasi masuknya dana asing secara agresif," imbuh Reza.

Pergerakan indeks saham secara teknikal diperkirakan berpeluang besar untuk merangkak naik menuju rentang area 6.300 hingga 6.500 sampai dengan akhir semester I-2026.

Sedangkan pada akhir tahun 2026, laju IHSG diproyeksikan mampu bergerak pada kisaran 6.800 sampai 7.100 dengan syarat stabilitas makroekonomi tetap terjaga dengan baik tanpa adanya peningkatan risiko global yang berarti.

Pihak BRI Danareksa Sekuritas saat ini masih memberikan rekomendasi positif untuk saham-saham perbankan besar karena penurunan valuasi akibat sentimen MSCI tidak mengubah fundamental perusahaan yang dinilai tetap kokoh.

Selain sektor perbankan, saham-saham konglomerasi juga dipandang sangat layak untuk dijadikan opsi investasi utama karena posisinya yang kini bertindak sebagai penggerak laju IHSG.

Artikel terkait

Rekomendasi