Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak positif pada perdagangan Rabu (6/5/2026) setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda. Sentimen global ini didorong oleh penurunan harga minyak dunia sekitar 4 persen menyusul normalisasi jalur distribusi energi di Selat Hormuz, sebagaimana dilansir dari Money.
Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai berkurangnya tekanan inflasi global memberikan ruang bagi kebijakan moneter yang lebih fleksibel. Penguatan indeks saham di Wall Street turut memberi sinyal positif bagi aliran modal ke pasar negara berkembang.
“Dampaknya, aliran modal berpotensi kembali masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia,” ujar Hendra Wardana, Founder Republik Investor.
Dari sisi domestik, ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. Meski angka tersebut melampaui ekspektasi, struktur pertumbuhan dinilai masih sangat bergantung pada stimulus fiskal pemerintah dan sektor konsumsi rumah tangga.
“Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama, sementara investasi mulai tumbuh seiring proyek hilirisasi, meskipun efeknya ke ekonomi riil belum merata,” kata Hendra Wardana.
Kondisi eksternal Indonesia masih menghadapi tantangan berupa tekanan nilai tukar rupiah yang tertahan di level Rp 17.400 per dollar AS. Fenomena ini dipicu oleh tingginya pertumbuhan impor dibandingkan ekspor yang meningkatkan permintaan valuta asing.
“Ini memperkuat pandangan bahwa pertumbuhan saat ini masih bersifat growth without depth, sehingga pasar masih menunggu konfirmasi dari perbaikan indikator riil dan kembalinya arus dana asing,” beber Hendra Wardana.
Hendra memproyeksikan IHSG akan menguji area resistance pada level 7.151 dengan potensi kenaikan menuju 7.200 jika terjadi penembusan yang kuat. Investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih emiten dengan memperhatikan manajemen risiko di tengah fase konsolidasi indeks.
Azharys Hardian, Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, juga memberikan pandangan serupa mengenai peluang penguatan indeks hari ini. Ia menempatkan area support IHSG pada level 6.960 dengan target resistance terdekat hingga 7.150.
Beberapa saham yang direkomendasikan untuk perdagangan hari ini mencakup sektor energi dan infrastruktur digital. Berikut adalah daftar saham pilihan beserta target harganya:
| Emiten | Target Harga (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|
| PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) | 1.205 | Trading Target |
| PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) | 1.500 | Trading Target |
| PT Petrosea Tbk (PTRO) | 6.300 | Trading Target |
| PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) | 290 | Trading Buy |
| PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) | 2.480 - 2.560 | Trading Buy |
| PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) | 5.000 - 5.325 | Trading Buy |