IHSG Merosot 1,98 Persen Menjelang Libur Panjang

IHSG Merosot 1,98 Persen Menjelang Libur Panjang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terpuruk sepanjang pekan terakhir sebelum libur panjang. Pasar modal di Indonesia mencatatkan pelemahan selama empat hari berturut-turut.

Kombinasi sentimen negatif dari rebalancing MSCI hingga tekanan kuat pada nilai tukar rupiah menjadi pemicu utama. Dikutip dari Investasi, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup merosot 1,98% atau turun 135,57 poin ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026).

Penurunan ini memperpanjang tren koreksi pasar dalam beberapa hari terakhir. Secara akumulatif, IHSG tercatat anjlok 5,2% sepanjang sepekan perdagangan terakhir akibat tekanan jual yang merata di hampir seluruh sektor saham.

Sektor barang baku menjadi yang paling dalam terkoreksi dengan penurunan mencapai 4,43%. Sektor infrastruktur menyusul dengan pelemahan sebesar 2,72% dan sektor energi merosot 1,61%.

Koreksi juga melanda sektor consumer non primer yang turun 1,40%, sektor kesehatan sebesar 1,22%, serta sektor teknologi yang melemah 0,71%.

Selanjutnya, sektor properti dan real estate mengalami penurunan 0,70%. Sektor keuangan juga melemah sebesar 0,58% dan sektor consumer primer terkoreksi 0,44%.

Kondisi lesu di pasar saham ini turut diiringi oleh aksi jual dari investor asing. Pada perdagangan Rabu, investor asing membukukan net sell sebesar Rp 1,53 triliun di seluruh pasar.

Meski demikian, dalam akumulasi sepekan terakhir, investor asing masih mencatatkan net buy jumbo yang mencapai Rp 9,17 triliun di seluruh pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi