Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada sesi pertama perdagangan. Seperti diberitakan oleh Suara, indeks saham domestik tersebut melemah hingga 3,08 persen atau merosot 202,9 poin ke level 6.396 pada Selasa, 19 Mei 2026.
Koreksi mendalam pada pasar modal ini terjadi bersamaan dengan langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini menjadi kunjungan keduanya setelah sebelumnya sempat mendatangi BEI pada Maret 2025.
Sufmi Dasco Ahmad hadir didampingi oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria, serta jajaran pejabat BEI.
"Kami tadi sudah banyak berdiskusi tadi di atas, bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global yang akan masuk di bursa dan sedang di bursa," ujarnya.
Berdasarkan data dari CGS International Sekuritas Indonesia, aktivitas pemodal internasional mencatatkan aliran dana masuk dan keluar yang dinamis. Investor asing melakukan aksi beli senilai Rp 6,18 triliun, namun di sisi lain terjadi aksi jual yang mencapai Rp 5,86 triliun.
Sepanjang sesi pertama, volume perdagangan di bursa saham domestik menyentuh 26,12 juta saham. Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 15,11 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,71 juta kali.
Kondisi pasar secara umum didominasi oleh koreksi massal. Tercatat hanya 103 saham yang berhasil menguat, sementara 639 saham bergerak melemah, dan 217 saham lainnya jalan di tempat atau tidak mengalami perubahan harga.
Sejumlah emiten yang menempati jajaran top gainers atau mencatat penguatan terbesar adalah RELI, KONI, ZATA, LCKM, dan ASPR. Sebaliknya, barisan saham yang mengalami pelemahan paling dalam atau top losers meliputi ICON, DFAM, RLCO, COCO, dan GSMF.