IHSG Naik ke Level 6.162 Ditopang Sektor Energi

IHSG Naik ke Level 6.162 Ditopang Sektor Energi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri tren negatif setelah sempat anjlok selama empat hari berturut-turut pada pekan ini.

Seperti dikutip dari Suara, indeks saham utama domestik ini melonjak sebesar 1,10 persen untuk bertengger di posisi 6.162 pada akhir perdagangan.

Sebelum mencatatkan rebound, pergerakan indeks sempat tertekan hingga menyentuh titik terendahnya di level 5.966.

Berdasarkan laporan riset dari Phintraco Sekuritas, penguatan indeks kali ini dimotori oleh reli signifikan pada saham-saham sektor energi dan material dasar.

Sektor energi memimpin penguatan dengan lonjakan sebesar 6,85 persen, sementara sektor material dasar menyusul di belakangnya dengan kenaikan 4,84 persen.

Aktivitas berburu saham komoditas ini dipicu oleh berkembangnya rumor terkait penundaan penerapan penuh kebijakan pembatasan ekspor batu bara serta komoditas strategis lainnya.

Pelaku pasar merespons positif kabar penundaan aturan tersebut hingga 1 Januari 2027, karena dinilai memberikan ruang transisi yang cukup bagi eksportir dan pembeli global.

Sektor Finansial Terkoreksi Sendirian

Pihak Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa mayoritas sektor saham di bursa berhasil menutup perdagangan di zona hijau.

"Hampir seluruh sektor ditutup di zona hijau, kecuali sektor finansial yang terkoreksi 0,38 persen," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Sektor keuangan atau finansial menjadi satu-satunya kelompok saham yang gagal bangkit dan menetap di zona merah dengan penurunan 0,38 persen.

Data Transaksi Perdagangan Saham

Volume perdagangan di bursa mencatatkan sebanyak 37,88 juta lembar saham yang berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 1,94 juta kali.

Secara keseluruhan, nilai transaksi yang terjadi di pasar modal pada perdagangan akhir pekan ini menyentuh angka Rp 21,54 triliun.

Sebanyak 466 saham tercatat mengalami kenaikan harga, 271 saham bergerak melemah, sedangkan 222 saham lainnya stagnan atau tidak berubah.

Saham-saham yang menempati jajaran top gainers antara lain DFAM, PBSA, CTBN, TALF, dan MDKA.

Di sisi lain, saham yang masuk dalam daftar top losers meliputi PGLI, ASPR, BOBA, LKCM, dan APIC.

Artikel terkait

Rekomendasi