Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan hasil negatif pada perdagangan pekan pendek periode 11 sampai dengan 13 Mei 2026. Seperti diberitakan oleh Money, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks saham mengalami penurunan sebesar 3,53 persen selama sepekan.
Perdagangan di bursa efek pada pekan ini hanya berlangsung efektif selama tiga hari. Hal tersebut terjadi karena adanya hari libur keagamaan Kenaikan Yesus Kristus pada Kamis (14/4/2026) yang kemudian diikuti oleh cuti bersama.
Berdasarkan keterangan resmi BEI pada Sabtu (16/5/2026), IHSG berada di level 6.723,32 pada penutupan pekan ini. Posisi tersebut menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan penutupan pekan sebelumnya yang sempat mencapai level 6.936,39.
Penurunan ini juga berdampak pada nilai kapitalisasi pasar di bursa efek yang menyusut sebesar 4,68 persen. Nilai kapitalisasi pasar ditutup pada angka Rp 11.825 triliun, setelah pada pekan lalu sempat bertengger di posisi Rp 12.406 triliun.
Rata-rata nilai transaksi harian bursa turut mengalami penurunan sebesar 18,78 persen menjadi Rp 18,82 triliun. Pada pekan sebelumnya, rata-rata transaksi harian mampu mencatatkan angka sebesar Rp 23,05 triliun.
Kemerosotan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian bursa yang turun 0,56 persen menjadi 2,53 juta kali transaksi sepekan. Angka ini sedikit lebih rendah dari rata-rata frekuensi pekan lalu yang mencapai 2,55 juta kali.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian bursa anjlok 22,01 persen menjadi 35,76 miar saham dari pekan sebelumnya sebesar 45,86 miliar saham. Investor asing sendiri membukukan nilai jual bersih sebesar Rp 1,53 triliun pada penutupan pekan ini, sehingga total nilai jual bersih asing sepanjang tahun 2026 mencapai Rp 40,82 triliun.