IHSG Berpotensi Mengalami Volatilitas Terbatas Menjelang Rebalancing MSCI

IHSG Berpotensi Mengalami Volatilitas Terbatas Menjelang Rebalancing MSCI

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari terakhir perdagangan Mei 2026 diproyeksikan masih mengalami volatilitas terbatas akibat proses rebalancing indeks MSCI, sebagaimana dilansir dari Investasi pada Jumat (29/5/2026).

Proses penyesuaian portofolio oleh para manajer investasi global tersebut dijadwalkan bakal berlaku efektif pada awal Juni mendatang.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menjelaskan bahwa tekanan pasar akibat perubahan bobot indeks ini sebenarnya sudah mulai terbagi sejak pertengahan bulan.

"Hari ini mayoritas fund manager sudah mencicil penyesuaian sejak 12 Mei, sehingga tekanan tidak menumpuk dalam satu waktu," ujar Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.

Melihat situasi penyesuaian yang berjalan bertahap, kondisi pasar saham domestik diperkirakan bisa segera bergerak ke arah yang lebih stabil setelah seluruh sentimen mekanis tersebut selesai.

"Pekan depan tekanan mekanis MSCI selesai dan ada potensi stabilisasi," jelas Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.

Secara analisis teknikal, pergerakan indeks saham diproyeksikan berada dalam rentang konsolidasi dengan batas penahanan bawah di level 6.050 hingga 6.100, sementara target batas atas berada di area 6.300.

Selain dinamika indeks MSCI, para pemodal di bursa efek juga diminta untuk tetap memperhatikan sejumlah sentimen pendukung dari dalam negeri maupun situasi global.

"Sisa eksekusi rebalancing, eskalasi geopolitik Timur Tengah, ketidakpastian kebijakan DSI, serta review FTSE yang efektif pada 22 Juni menjadi faktor yang perlu diwaspadai," papar Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.

Untuk mengantisipasi fluktuasi indeks yang masih berjalan, para pelaku pasar disarankan untuk menahan diri dan tidak agresif melakukan transaksi pembelian dalam waktu dekat.

"Tunggu 2-3 hari, lalu lakukan akumulasi bertahap pada saham fundamental kuat yang sudah oversold," kata Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.

Langkah kehati-hatian juga perlu diterapkan dengan menghindari instrumen saham yang memiliki tingkat spekulasi sangat tinggi di tengah kondisi pasar yang dinamis.

"Fokus pada emiten dengan free float di atas 15%, earnings yang terlihat jelas, serta dividend yield yang tinggi," tambah Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.

Belemen dari sektor perbankan seperti BBCA dan BMRI dinilai menarik karena sudah jenuh jual, disusul saham komoditas AADI dan PTBA yang ditopang dividen serta dana asing. Sektor logam mulia diwakili ANTM dan BRMS berkat harga emas yang solid, didampingi saham konsumer defensif INDF dan ICBP, sedangkan emiten seperti BREN dan TPIA disarankan untuk diakumulasi secara selektif selepas penyesuaian indeks FTSE selesai pada akhir Juni.

Artikel terkait

Rekomendasi