IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas pada Perdagangan Kamis

IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas pada Perdagangan Kamis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami pergerakan yang cenderung terbatas pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Dilansir dari Market, laju indeks saat ini dipengaruhi oleh posisi teknikal yang sudah mendekati area hambatan setelah sempat bangkit pada hari sebelumnya.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memberikan proyeksi mengenai rentang pergerakan indeks hari ini. Ia menyoroti beberapa faktor eksternal dan internal yang menjadi perhatian para pelaku pasar di bursa domestik.

"Support berada di kisaran 6.920–7.000, sementara resistance di area 7.100–7.160. Pasar juga akan mencermati perkembangan geopolitik serta pergerakan rupiah menjelang rilis data cadangan devisa akhir pekan ini," katanya Reza Diofanda, Analis BRI Danareksa Sekuritas.

Penutupan IHSG pada Rabu (6/5/2026) mencatatkan kenaikan sebesar 0,50 persen atau bertambah 35,36 poin ke posisi 7.092,46. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, kapitalisasi pasar mencapai Rp12.728 triliun dengan penguatan ditopang oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang melampaui ekspektasi.

Sejumlah saham dari sektor kapitalisasi besar menjadi motor penggerak indeks pada penutupan kemarin. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) memimpin dengan kenaikan 10,06 persen, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang menguat 4,94 persen.

Untuk strategi investasi hari ini, analis menyarankan beberapa saham potensial seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) dengan target harga Rp955-Rp995. Selain itu, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) dan PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) turut direkomendasikan bagi investor.

Namun, pandangan berbeda diberikan untuk sektor kesehatan. Analis memberikan rekomendasi jual untuk saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) karena melihat adanya tren penurunan yang berkelanjutan.

"Menurutnya, pergerakan saham HEAL masih dalam tren yang cenderung bearish dengan peningkatan volume yang masih signifikan," ujar Reza Diofanda, Analis BRI Danareksa Sekuritas.

Meskipun indeks menguat pada perdagangan sebelumnya, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp484 miliar di pasar reguler. Sebanyak 290 saham mengalami penurunan harga, sementara 341 saham lainnya berhasil ditutup di zona hijau.

Artikel terkait

Rekomendasi