IHSG dan Rupiah Anjlok Tajam OJK dan DPR Tenangkan Investor

IHSG dan Rupiah Anjlok Tajam OJK dan DPR Tenangkan Investor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia merosot tajam sekitar 3 persen pada perdagangan hari Selasa (19/5/2026) setelah sempat anjlok signifikan pada pertengahan hari sebelum akhirnya ditutup melemah di level 6.382,5. Penurunan ini memicu kunjungan mendadak dari otoritas keuangan dan parlemen ke gedung bursa untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Selain kejatuhan indeks saham, mata uang rupiah juga melemah hingga menyentuh rekor terendah baru di kisaran 17.754 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap situasi eksternal serta berlanjutnya aliran modal asing yang keluar dari pasar domestik.

Para analis menyatakan bahwa tren negatif ini memperpanjang sentimen buruk setelah beberapa saham Indonesia dihapus dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada rebalancing 12 Mei lalu. Pelemahan nilai tukar rupiah kemudian memperparah situasi dengan memicu aksi jual lanjutan oleh para investor setelah libur panjang dua hari pada pekan sebelumnya.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melakukan kunjungan ke kantor BEI di Jakarta Selatan bersama Kepala OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Danantara Rosan Roeslani, dan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria.

“We have discussed how to boost global investor confidence, as well as how to maintain the growth of retail investors. With our current fundamentals, I believe we can become stronger,” ujar Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR setelah melakukan pertemuan dengan jajaran pejabat BEI.

Sufmi Dasco Ahmad juga mengapresiasi langkah reformasi pasar modal yang sebelumnya telah diperkenalkan otoritas terkait untuk menjawab kekhawatiran transparansi yang sempat diangkat oleh indeks saham global MSCI pada Januari lalu.

Di sisi lain, Kepala OJK Friderica Widyasari Dewi memberikan penjelasan mengenai dinamika pasar yang sedang terjadi dan mengaitkannya dengan kebijakan reformasi yang sedang berjalan di pasar modal.

"logical consequences" kata Friderica Widyasari Dewi, Kepala OJK yang menyebut bahwa penurunan tajam pasar saham baru-baru ini mencerminkan bagian dari konsekuensi logis atas langkah reformasi pasar saham yang diterapkan oleh otoritas keuangan.

Artikel terkait

Rekomendasi