Pasar keuangan Indonesia mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Selasa (2/6/2026) setelah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dan nilai tukar rupiah kompak ditutup di zona hijau akibat dorongan data manufaktur serta inflasi domestik yang stabil.
Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG melesat 68,04 poin atau 1,11 persen ke posisi 6.195,42, sementara indeks LQ45 ikut terangkat 1,33 persen ke level 619,27. Di pasar valuta asing, mata uang rupiah menguat 0,20 persen menjadi Rp17.830 per dolar AS, sekaligus menghentikan tren pelemahan selama lima hari berturut-turut.
Aktivitas manufaktur nasional menjadi pendorong optimisme setelah S&P Global melaporkan Purchasing Managers' Index atau PMI Manufaktur Indonesia naik dari 49,1 pada April menjadi 50,0 pada Mei 2026. Selain itu, Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi Mei 2026 terkendali di angka 0,28 persen secara bulanan atau 3,08 persen secara tahunan, disertai surplus neraca perdagangan sebesar 90 juta dolar AS.
“IHSG menguat dimana para pelaku pasar juga mencerna data ekonomi,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus.
Sektor energi menjadi motor utama penguatan indeks dengan kenaikan 1,78 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 0,64 persen, sedangkan nilai transaksi harian bursa mencapai Rp25,47 triliun. Di sisi lain, investor global masih memantau dinamika politik di Timur Tengah dan pernyataan dari para pemimpin negara terkait negosiasi nuklir.
“Pasar juga fokus perhatian pernyataan yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai diskusi baru-baru ini tentang konflik di Lebanon,” kata Maximilianus Nico Demus.
Dari pasar global, indeks Wall Street Amerika Serikat ditutup bervariasi dengan rekor baru pada S&P 500 dan Dow Jones yang ditopang oleh saham sektor teknologi serta antusiasme kecerdasan buatan. Sektor semikonduktor memimpin reli setelah adanya proyeksi pertumbuhan positif dari sejumlah perusahaan teknologi besar di wilayah tersebut.
“Ketika sebuah masalah komputasi dipecah menjadi banyak bagian dan didistribusikan ke seluruh pusat data, yang dibutuhkan adalah konektivitas. Itulah alasan mengapa Marvell sangat penting,” kata CEO Nvidia Jensen Huang.
Kenaikan pasar saham global turut dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia yang naik akibat ketidakpastian pasokan dari kawasan Timur Tengah. Namun, analis mengingatkan pelaku pasar untuk tetap memperhatikan risiko pengetatan portofolio pada beberapa saham tertentu saja.
“Pasar masih bertahan. Semua orang jelas masih berharap ada semacam kesepakatan dengan Iran, tetapi sejauh ini semuanya tampak cukup stabil,” kata Wakil Presiden Manajemen Portofolio di Mercer Advisors David Krakauer.
Kondisi pasar yang terkonsentrasi pada sektor teknologi tinggi ini dinilai memerlukan kewaspadaan lebih dari para pengelola dana dan investor ritel.
“Ketika kenaikannya terlalu sempit seperti itu, kita perlu berhati-hati,” ujar David Krakauer.
Untuk perdagangan Rabu (3/6/2026), pergerakan IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan terbatas berkat sentimen positif global dan stabilitas mata uang rupiah. Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan indikator teknikal indeks menunjukkan penyempitan histogram negatif MACD menuju area pivot.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.220-6.280,” jelas analis Phintraco Sekuritas.
Sentimen positif juga didukung oleh potensi masuknya kembali dana asing ke pasar modal dalam negeri setelah berakhirnya tekanan rebalancing indeks global pada akhir semester pertama ini.
“Stabilisasi rupiah juga berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks dalam jangka pendek,” imbuh analis BRI Danareksa Sekuritas.
Meskipun demikian, fluktuasi nilai tukar rupiah dinilai masih akan membayangi pergerakan pasar saham domestik dalam beberapa waktu ke depan.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.140/6.085 dan resist 6.250/6.305,” jelas analis CGS International Sekuritas Indonesia.