Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah di zona merah pada level 6.112,770 pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, menyusul koreksi pada penutupan sebelumnya yang disertai aksi jual bersih investor asing.
Data RTI hingga pukul 09.20 WIB menunjukkan IHSG sempat bergerak naik 60,871 poin atau 0,99 persen ke level 6.191,061, dengan rentang tertinggi 6.191 dan terendah 6.111. Dilansir dari riset harian BNI Sekuritas, pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, IHSG ditutup turun 1,23 persen dengan catatan net sell asing mencapai Rp1,89 triliun.
Aksi lepas saham oleh investor luar negeri tersebut turut menekan pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang ambles hingga 26,01 persen secara year to date. Pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, data Stockbit mencatat saham BBCA terkoreksi 2,05 persen ke posisi Rp5.975 dengan nilai penjualan bersih asing di hari itu mencapai Rp359,7 miar.
Meskipun demikian, indikator keuangan kuartal pertama 2026 emiten berkode BBCA ini menunjukkan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar. Berdasarkan laporan kuartalan per April lalu, profitabilitas perusahaan tetap solid yang ditunjukkan oleh nilai laba per saham.
| Periode Laporan | Realisasi EPS (Rp) | Kesepakatan Pasar (Rp) | Kuartal Sebelumnya (Rp) |
|---|---|---|---|
| FY2026Q1 (23-04-2026) | 119,49 | 117,95 | 114,75 |
Kondisi pasar modal domestik yang fluktuatif memicu berbagai analisis dan rekomendasi teknikal dari para analis sekuritas untuk perdagangan saham hari ini.
"IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6.000-6.070 and Resist IHSG: 6.200-6.300," ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas.
Di sisi lain, pergerakan yield sekunder dan kebijakan moneter bank sentral diproyeksikan akan menyokong kinerja margin perbankan dalam beberapa kuartal mendatang.
"The recent hike in the Bank Indonesia benchmark interest rate (BI Rate) is expected to lift yields on secondary reserves and support net interest margins in the coming months," kata Mandiri Sekuritas.
Sementara itu, proyeksi pergerakan harga saham BBCA secara teknikal diperkirakan akan mencoba bergerak menguat menuju batas resistance terdekatnya.
“BBCA memiliki support di 5.858-5.917. Target dekat di 6.067-6.158,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia.