IHSG Sesi I Menguat ke Level 6.219 Ditopang Sentimen Damai AS-Iran

IHSG Sesi I Menguat ke Level 6.219 Ditopang Sentimen Damai AS-Iran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,93 persen ke level 6.219 pada sesi pertama perdagangan 25 Mei 2026. Seperti diberitakan oleh Suara, pasar saham domestik bergerak ke zona hijau berkat dorongan sentimen positif terkait peluang perdamaian global.

Kenaikan bursa saham nasional ini dipicu oleh proyeksi kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Optimisme investor meningkat setelah pejabat senior AS mengindikasikan perkembangan positif dalam perundingan dengan Teheran.

Langkah diplomatik tersebut membuka peluang bagi normalisasi jalur distribusi energi di Timur Tengah. Pelaku pasar menilai terbukanya kembali Selat Hormuz sangat krusial demi memulihkan pasokan minyak internasional serta menyokong pertumbuhan ekonomi dunia.

"Hal ini memberikan sebuah harapan terciptanya perdamaian di Timur Tengah, dan pembukaan kembali Selat Hormuz akan memulihkan aliran minyak dan ekonomi global," tulis Pilarmas Sekuritas.

Meskipun demikian, laju penguatan IHSG tertahan oleh sejumlah indikator ekonomi dalam negeri. Pergerakan pasar saham masih dibayangi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Tekanan domestik kian bertambah setelah Bank Indonesia (BI) merilis data makroekonomi terbaru. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I-2026 dilaporkan mengalami defisit hingga mencapai US$9,15 miliar.

Defisit anggaran luar negeri yang membengkak melebihi capaian periode serupa tahun lalu ini memicu kekhawatiran pasar. Kondisi tersebut mendorong aksi alih aset oleh para pemodal yang meningkatkan permintaan terhadap mata uang dolar AS.

Di tengah dinamika pasar tersebut, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) direkomendasikan dengan rating buy. Saham komoditas ini diproyeksikan bergerak pada rentang support dan resistance di kisaran 2.700 hingga 3.070.

Aktivitas perdagangan di bursa domestik berjalan cukup padat sepanjang paruh pertama hari ini. Sebanyak 15,58 juta lembar saham berpindah tangan dengan total nilai transaksi mencapai Rp 9,25 triliun dari frekuensi sebesar 1,25 juta kali.Kondisi pasar secara umum didominasi oleh tren penguatan harga instrumen investasi. Tercatat sebanyak 540 saham mengalami kenaikan, 208 saham melemah, sedangkan 211 saham lainnya tidak bergerak dari posisi semula.

Aktivitas perburuan saham terkonsentrasi pada beberapa emiten yang mencatat pertumbuhan tertinggi. Jajaran saham yang menempati posisi penguatan terbesar pada sesi pertama ini meliputi LAJU, TALF, GRIA, WBSA, dan IRSX.

Sebaliknya, tekanan jual melanda beberapa sektor hingga menekan harga ke posisi terendah. Barisan saham yang mencatatkan pelemahan paling dalam pada sesi ini diduduki oleh DFAM, ASPR, DAAZ, BHAT, dan APIC.

Artikel terkait

Rekomendasi